Serabi yang membuka koridor diplomasi lewat kuliner Pulau Lombok
📅 Selasa, 13 Mei 2025, 16:45 WIB | Oleh: SujarSejak 1984 sampai hari ini, Nusa Tenggara Barat selalu mengalami swasembada beras dan menjadi salah satu lumbung pangan nasional. Operasi Tekad Makmur atau OTM yang berfokus terhadap intensifikasi tanaman padi lahan kering menjadi kunci swasembada.
Nusa Tenggara Barat merupakan wilayah pertanian bukan rawa yang sangat bergantung terhadap volume dan intensitas hujan. Situasi itu menjadi penyebab indeks pertanaman (IP) padi hanya 1,2 kali setahun akibat lahan baku sawah tidak bisa ditanami padi saat musim kemarau.
Dalam setahun, lahan bisa dua sampai empat kali ditanami tumbuhan berbeda menyesuaikan kondisi cuaca mulai dari padi, jagung, kacang-kacang, bahkan tembakau. Masyarakat etnis Sasak saat ini masih mempertahankan tradisi berladang terutama mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan dan keterbatasan sumber air.
Buku berjudul Tradisi Berladang Masyarakat Sasak-Lombok Nusa Tenggara Barat yang diterbitkan Museum Negeri Nusa Tenggara Barat menyebut ada aktivitas-aktivitas yang bersifat profan dan sakral dalam proses berladang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Aktivitas bersifat sakral —dalam pelaksanaannya tidak bisa dilakukan sembarangan— seperti hari pelaksanaan, pemimpin kegiatan, harus ada bahan-bahan dan alat khusus yang digunakan sebagai media pelaksanaan kegiatan tersebut. Misalnya, seperangkat bahan menyirih berupa daun sirih, buah pinang, kapur dan gambir, dupa, kendi berisi air, dan lain-lain.
Sedangkan aktivitas bersifat profan adalah kegiatan yang bisa dilakukan oleh masyarakat biasa dengan menggunakan alat sesuai fungsi, seperti cangkul, golok berbentuk arit, dan tempat benih dari bambu. Proses berladang yang dilakukan etnis Sasak sarat dengan nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat, antara lain gotong royong.
Selain mengenal beras sebagai makanan pokok dan tradisi berladang masyarakat etnis Sasak, sepiring serabi juga menyimpan cerita tentang kelapa dan aren. Kedua tanaman yang masuk ke dalam jenis palem-paleman itu tumbuh baik di atas tanah gembur yang terbentuk akibat erupsi Gunung Samalas tahun 1257.
Kelapa merupakan komoditas tanaman perkebunan rakyat kedua terbesar di Nusa Tenggara Barat setelah tembakau. Data BPS menyebut angka produksi kelapa seberat 50 ribu ton dari luas lahan mencapai 58 ribu hektare pada tahun 2024.
Adapun aren mencatatkan jumlah produksi sebanyak 386 ton dari luas lahan mencapai 572 hektare. Daerah yang memiliki perkebunan aren paling luas adalah Lombok Barat dengan luas panen mencapai 199 hektare, Lombok Timur 124 hektare, dan Lombok Utara 75 hektare.
Dari hanya sepiring serabi, visualisasi sejarah dan budaya masyarakat lokal Nusa Tenggara Barat dapat terlihat jelas. Pemerintah harus optimal menjadikan kuliner sebagai motor penggerak bagi roda ekonomi, perdagangan, dan hubungan diplomatik antarnegara.
Keramahan penduduk
Sifat ramah orang Indonesia merupakan cerminan dari nilai-nilai sosial, budaya, sejarah, hingga lingkungan yang unik. Kebiasaan menyapa orang lain, bahkan kepada orang yang belum dikenal turut menyusun sifat ramah tersebut.
Bagi warga negara asing, Indonesia adalah tempat yang nyaman untuk liburan. Cita rasa kuliner, keramahan penduduk, dan didukung wisata alam yang indah, menarik minat turis-turis untuk mengunjungi Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!