Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sengketa Dagang UE-AS Memanas: UE Siap Balas dan Ajukan Gugatan ke WTO

📅 Senin, 12 Mei 2025, 10:37 WIB | Oleh:
Sengketa Dagang UE-AS Memanas: UE Siap Balas dan Ajukan Gugatan ke WTO Doc: ANTARA/yds
Ket. UE merasa tarif AS ini 'jelas melanggar' aturan dasar WTO.

BRUSSELS – Komisi Eropa tengah melakukan konsultasi publik mengenai kemungkinan pembatasan ekspor Uni Eropa (UE) tertentu ke Amerika Serikat (AS), senilai 4,4 miliar Euro. Langkah ini disiapkan sebagai balasan potensial atas tarif yang diberlakukan AS, demikian rilis resmi dari Komisi. Pembatasan yang dipertimbangkan mencakup ekspor baja bekas dan produk kimia.

Menurut rilis tersebut, sejak AS memberlakukan tarif yang disebut UE 'tidak adil dan merugikan', blok Eropa ini memprioritaskan pencarian solusi yang saling menguntungkan dan seimbang melalui negosiasi. Proses negosiasi ini terus berjalan di tingkat politik dan teknis.

Secara paralel, UE terus mempersiapkan potensi langkah balasan untuk melindungi konsumen dan industrinya, jika negosiasi gagal mencapai hasil memuaskan. Rilis Komisi juga mencatat, konsultasi publik adalah langkah perlu dalam proses ini, tetapi tidak otomatis berujung pada adopsi balasan.

Bersamaan dengan itu, UE akan meluncurkan gugatan di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terhadap AS terkait tarif 'resiprokal' universal serta tarif mobil dan suku cadang. UE merasa tarif AS ini 'jelas melanggar' aturan dasar WTO.

Seorang pengamat perdagangan internasional berpendapat, "Situasi ini menunjukkan ketegangan dagang transatlantik masih ada. Langkah UE menyiapkan balasan adalah cara meningkatkan posisi tawar dalam negosiasi, sekaligus sinyal keseriusan." ujar Dr. Arya Bimasena, Peneliti Senior di Pusat Studi Perdagangan Global.

Saat ini, ekspor UE ke AS senilai 379 miliar Euro (70 persen) terkena tarif baru sejak pemerintahan AS yang baru menjabat. Komisi UE juga memantau potensi pengalihan ekspor global ke pasar UE akibat tarif AS pada negara ketiga dan berupaya mencari pasar ekspor baru.

"Gugatan ke WTO oleh UE adalah langkah penting untuk menegakkan sistem perdagangan multilateral. Namun, prosesnya bisa panjang dan hasilnya belum pasti," tambah Dr. Siti Nurhasanah, Ekonom dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia, menyoroti kompleksitas sengketa dagang ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...

Anggaran Dipangkas, Gerak BNPB Terbatas

13 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Anggaran Dipangkas, Gerak B...
Megapolitan
Gubernur DKI: PJJ Jakarta B...
Advertisement
Pesan Terakhir Pukul 15.04, Ini Kronologi dan Update Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

Pesan Terakhir Pukul 15.04, Ini Kronologi dan Update Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.