Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

‘Nyanyi Sunyi Dalam Rantang’: Film yang Mengangkat Kisah Nyata Penuh Makna

📅 Senin, 12 Mei 2025, 17:10 WIB | Oleh: Tim Penulis

Di adegan pertama, Puspa mengamati dari jarak jauh istri Kirman mengonsumsi jagung dari lahan yang telah dibebaskan. Puspa terperanjat melihat mulut Ibu Kirman penuh dengan tanah dan jagung yang dipungutnya dari lahan, sementara wanita tersebut menangis pilu karena ternyata suaminya menolak makanan apa pun di penjara selain jagung hasil pertanian mereka sendiri. Tapi semuanya tidak ada yang layak dimakan, membuat Bu Kirman frustrasi.

Peristiwa tersebut terus menghantui Puspa, menimbulkan dampak yang mendalam dan membuatnya mesti berupaya keras untuk melupakan kenangan traumatis tersebut.

Pada adegan kedua, terlihat seorang tetua adat tengah menggali lubang sendirian di tengah hutan yang telah dirampas, diterangi sinar matahari yang indah bagai pancaran surgawi. Sejurus kemudian, Puspa tiba di lokasi, namun hanya gundukan tanah yang tersisa, tanpa jejak keberadaan siapa pun di sana.

Melalui pendekatan "arthouse" yang unik dan berdampak, Garin Nugroho mengajak setiap penonton untuk tidak hanya duduk dan menyaksikan, tetapi juga merasakan, merenungkan, dan yang terpenting, mempertanyakan: keadilan macam apa yang sebenarnya sedang ditegakkan di negeri ini?

Penggunaan lagu dangdut Jawa berjudul "Jarene" sebagai musik latar juga menjadi elemen unik yang memperkaya film ini, memberikan sentuhan "mendadak dangdut", seolah menginspirasi Puspa untuk menari saat dihadapkan pada ketidakberdayaan. Musik dangdutnya merdu di telinga, tapi Puspa lagi berduka, semakin kelihatan ketidakadilannya.

Secara keseluruhan, film "Nyanyi Sunyi Dalam Rantang" menghibur dengan cara yang tidak biasa. Akhir ceritanya menyiratkan panggilan untuk membangkitkan keprihatinan kita semua dan mendorong penonton untuk bersama-sama mendiskusikan sikap, selanjutnya mau apa untuk memutus segala bentuk ketidakadilan yang pernah terjadi dulu.

Sebagai bagian dari perayaan Hari Antikorupsi Sedunia, penayangan film ini sudah dirilis di bioskop pada 9 Desember 2024 dan 9 Mei 2025 sebagai momentum penting untuk merenungkan dan bertindak demi tegaknya keadilan di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.