Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

‘Nyanyi Sunyi Dalam Rantang’: Film yang Mengangkat Kisah Nyata Penuh Makna

📅 Senin, 12 Mei 2025, 17:10 WIB | Oleh: Tim Penulis

Tuduhan pencemaran nama baik kelompok masyarakat yang diuntungkan oleh bisnis haram tersebut menjadi "tamparan keras" bagi kebebasan berpendapat dan pengingat bahwa hukum dapat dengan mudah menjadi "senjata" untuk membungkam suara-suara kritis yang berani mengungkap kebenaran, seperti yang terjadi pada 2024 itu.

Kisah terakhir yang dihadirkan film "Nyanyi Sunyi Dalam Rantang" adalah pilunya hidup seorang tetua adat yang diperankan oleh Fajar Suharno. Perjuangan tokoh tersebut agak mirip dengan perjuangan Sorbatua Siallagan di Sumatera Utara, seorang penjaga hutan adat yang dituduh menduduki lahan negara. Di mana, tragedi perampasan hak komunal masyarakat adat itu menjadi ironi yang memprihatinkan, mengingat betapa vitalnya hutan bagi keberlangsungan hidup dan pengelolaan wilayah adat yang lestari.

Di tengah labirin ketidakadilan yang suram ini, muncul sosok Puspa, seorang pengacara muda idealis yang diperankan oleh aktris Della Dartyan.

Puspa menjadi benang merah yang menghubungkan keempat kisah tragis ini.

Sebagai saudara perempuan Krisna, perjuangannya bukan hanya sekadar panggilan profesional, melainkan juga personal, didorong oleh ikatan keluarga yang kuat.

Melalui tatapan matanya yang penuh kepedihan namun menyimpan bara perlawanan, Della berhasil menyampaikan beban berat seorang idealis yang berhadapan langsung dengan sistem yang korup dan bias.

Dalam film, Della juga menangani tiga kasus disparitas hukum lainnya sebagai pembela keadilan yang tak berdaya. Aktingnya yang halus namun bertenaga di awal, perlahan menunjukkan kehancuran emosi saat babak belur dalam serangkaian persidangan yang gagal dimenangkan.

Sang pengacara muda hanya bisa rutin membawakan rantang merah, simbol harapan yang rapuh, setiap kali sistem yang korup berhasil memenjarakan kliennya.

Akhir film ditutup dengan adegan Puspa yang duduk terdiam dan tertidur di dalam bus kecil tua, tatapannya kosong. Namun, di tengah kesunyian itu, seorang anak kecil mengantarkan rantang merah milik Puspa yang tertinggal. Puspa pun memeluk rantang itu sambil tersenyum tipis, sebuah akhir yang ambigu namun menyiratkan secercah harapan yang mungkin akan terus diperjuangkan.

Pendekatan terhadap visual cerita

Garin Nugroho menggunakan pendekatan "arthouse" yang kaya akan simbolisasi untuk menyampaikan pesan film ini secara tajam.

Berbeda dari film drama atau dokumenter konvensional, "Nyanyi Sunyi Dalam Rantang" lebih banyak mengeksplorasi kekuatan visual dan keheningan yang bermakna untuk menyampaikan pesan yang lebih mendalam daripada sekadar dialog.

Keahlian sinematografi Mandella Pracihara juga memperkuat jeda-jeda hening yang sarat makna itu, mencapai puncaknya pada dua adegan yang brilian berkat gaya penyuntingan Andhy Pulung yang dengan sengaja menciptakan disorientasi untuk membangun atmosfer dramatis dan membingungkan pada kedua adegan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Belgia Dikepung Gelombang P...

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam,  Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam, Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.