Menteri LHK RI dan Norwegia Teken LoI: Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Sampah
📅 Senin, 12 Mei 2025, 09:36 WIB | Oleh: Yuniar Dwi Setiawati
Doc: ANTARA/yds
OSLO – Selama kunjungan, Menteri Hanif juga bertemu dengan Andreas Motzfeld Kravik, Sekretaris Negara Kementerian Luar Negeri Norwegia, dan mengunjungi perusahaan daur ulang TOMRA untuk mempelajari inovasi pengelolaan sampah.
Indonesia dan Norwegia mengukuhkan komitmen kerja sama dalam bidang lingkungan hidup dan penanggulangan perubahan iklim melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) di Oslo, Norwegia.
Kesepakatan ini diteken Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Hanif Faisol Nurofiq, dan Menteri Iklim dan Lingkungan Norwegia, Andreas Bjelland Eriksen, sebagai bagian dari upaya bersama menjaga alam dan mencapai pembangunan berkelanjutan.
Menteri Hanif menekankan pentingnya penguatan implementasi nilai ekonomi karbon untuk mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia. Menurutnya, Indonesia dan Norwegia telah mengembangkan sistem perdagangan karbon yang kuat untuk mendukung sasaran iklim nasional.
"Penandatanganan LoI ini merupakan langkah signifikan untuk mempercepat upaya global memerangi perubahan iklim dan mendorong pembangunan berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan resmi.
Sebaiknya Anda baca juga:
LoI ini mencakup peningkatan kolaborasi dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, tata kelola lingkungan yang baik, konservasi keanekaragaman hayati, pelestarian ekosistem gambut dan mangrove, pengelolaan sampah, serta ekonomi sirkular.
Seorang pakar lingkungan, Dr. Irwan Adiguna menilai, "Kerja sama Indonesia dan Norwegia dalam isu lingkungan sangat strategis. Norwegia memiliki teknologi dan pengalaman, sementara Indonesia memiliki keanekaragaman hayati dan bentang alam yang vital bagi iklim global."
Penandatanganan ini bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Norwegia yang telah fokus pada kerja sama lingkungan sejak 1950. Sejak 2022, Norwegia telah mendukung upaya Indonesia mengurangi emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan (FOLU) dengan komitmen dana US$216 juta.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Penandatanganan LoI ini menegaskan kembali komitmen kedua negara dan diharapkan dapat mempercepat implementasi program-program konkret di lapangan untuk mengatasi tantangan lingkungan," tambah Dr. Irwan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!