Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Masyarakat Diajak Tidak Beraktivitas di Radius Bahaya Gunung Soputan

📅 Senin, 12 Mei 2025, 21:55 WIB | Oleh:
Masyarakat Diajak Tidak Beraktivitas di Radius Bahaya Gunung Soputan Doc: Antara

Manado - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap masyarakat tidak melakukan aktivitas di radius bahaya Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara.

"Masyarakat maupun pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diharapkan beraktivitas di dalam radius 1,5 kilometer dari puncak Gunung Soputan dan area sektoral sejauh 2,5 kilometer dari puncak ke arah lereng barat hingga barat laut," ajak Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid AN di Manado, Senin.

Dalam laporan aktivitas Level II (waspada) periode 1-15 April 2025 yang dibagikan Kepala Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi dan Maluku, Juliana DJ Rumambi, disebutkan potensi bahaya Gunung Soputan yang harus diantisipasi masyarakat.

Potensi bahaya bahaya saat ini yaitu lontaran dan aliran/guguran lava maupun piroklastik.

Apabila terjadi erupsi gunung api, potensi bahaya sekunder berupa lahar dapat terjadi di sepanjang sungai/lembah yang berhulu dari Gunung Soputan.

Rekomendasi berikutnya selain tidak beraktivitas di radius bahaya, masyarakat yang bermukim di sekitar Gunung Soputan senantiasa menyiapkan masker penutup hidung dan mulut untuk mengantisipasi hujan abu jika terjadi erupsi.

Diingatkan juga, masyarakat yang bermukim atau beraktivitas di sekitar bantaran sungai yang berhulu di sekitar lereng Gunung Soputan mewaspadai potensi ancaman lahar terutama ketika musim hujan seperti Sungai Ranowangko, Sungai Lawian, Sungai Popang, dan Londola Kelewahu.

Rekomendasi berikutnya, pemerintah daerah, BPBD provinsi dan kabupaten/kota agar tetap berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Soputan atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi di Bandung.

Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi Gunung Soputan melalui aplikasi MAGMA Indonesia, sementara tingkat aktivitas akan dievaluasi kembali secara berkala atau jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 15 April 2025, tingkat aktivitas Gunung Soputan tetap pada Level II (Waspada) dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Indonesia produksi beras te...

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

38 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.