Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gempa Tektonik Jauh Mendominasi Kegempaan di Gunung Soputan

📅 Minggu, 26 Apr 2026, 22:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gempa Tektonik Jauh Mendominasi Kegempaan di Gunung Soputan Doc: Antara

Manado - Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan sepanjang periode 1-15 April 2026, kegempaan Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, didominasi gempa tektonik jauh.

"Terekam sebanyak 36 kali gempa vulkanik dangkal, satu kali gempa vulkanik dalam, empat kali gempa tektonik lokal, dan 1.020 kali gempa tektonik jauh," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam laporan evaluasi Gunung Soputan diterima di Manado, Minggu.

Berdasarkan data pengamatan visual, guguran tidak teramati dan tinggi asap kawah teramati dengan ketinggian maksimum 50 meter dari puncak.

Secara instrumental, aktivitas kegempaan Gunung Soputan masih didominasi oleh jenis gempa tektonik.

Secara keseluruhan, pada periode tersebut aktivitas kegempaan relatif tinggi apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya, terutama pada peningkatan gempa tektonik jauh pasca-gempa dengan magnitudo 7,6 pada 2 April 2026 di Maluku Utara.

Akan tetapi, kondisi tersebut tidak diikuti migrasi magma ke permukaan dan secara deformasi juga tidak ada perubahan yang signifikan pada tekanan di bawah tubuh Gunung Soputan.

Hal yang perlu diwaspadai atas potensi bahaya aktivitas Gunung Soputan saat ini berupa lontaran dan aliran/guguran lava maupun piroklastik, seiring dengan masih tingginya gempa tektonik pada periode ini.

Jika terjadi erupsi gunung api, potensi bahaya sekunder berupa lahar dapat terjadi di sepanjang sungai/lembah yang berhulu di Gunung Soputan.

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 15 April 2026, maka tingkat aktivitas Gunung Soputan pada Level Il (Waspada) dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini.

Masyarakat diharapkan mematuhi rekomendasi, di antaranya pengunjung/wisatawan/pendaki tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 kilometer dari puncak Gunung Soputan dan area sektoral sejauh 2,5 kilometer dari puncak ke arah lereng barat hingga barat laut.

Masyarakat yang bermukim/beraktivitas di sekitar Gunung Soputan senantiasa menyiapkan masker penutup hidung dan mulut untuk mengantisipasi hujan abu jika terjadi erupsi.

Masyarakat yang bermukim/beraktivitas di sekitar bantaran sungai yang berhulu di sekitar lereng Gunung Soputan agar mewaspadai potensi ancaman lahar, terutama ketika musim hujan.

Beberapa sungai yang perlu diwaspadai di antaranya Sungai Ranowangko, Sungai Lawian, Sungai Popang, dan Londola Kelewahu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.