Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masih Banyak Pekerjaan Rumah yang Harus Dirampungkan PAM Jaya Kalau Ingin Sukses Melantai di Bursa

📅 Senin, 12 Mei 2025, 09:43 WIB | Oleh:
Masih Banyak Pekerjaan Rumah yang Harus Dirampungkan PAM Jaya Kalau Ingin Sukses Melantai di Bursa Doc: ist
Ket. PAM Jaya

JAKARTA -Masih ada banyak langka yang harus ditempuh PAM Jaya jika serius ingin melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran umum saham perdana.

"Ada banyak aspek yang harus dipertimbangkan secara komprehensif, mulai dari regulasi, tata kelola, hingga sensitivitas publik terhadap sektor pelayanan air bersih," kata anggota Komisi C DPRD Jakarta Hardiyanto Kenneth.

Kent sapaan akrabnya mengatakan yang sudah dikatakan Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo agar jangan terburu-buru IPO merupakan langkah yang tepat.

Sebab, kata dia, langkah untuk menuju IPO ini seharusnya jangan dilakukan secara terburu-buru dan harus didasarkan dengan kajian yang mendalam dan matang.

"Gubernur ini adalah orang yang cukup teliti dan sangat detil. Jadi Jajaran Direksi PAM Jaya harus bisa mempertimbangkan berbagai opsi pembiayaan pembangunan selain IPO, seperti obligasi daerah atau yang lainnya," ujarnya.

Sampai saat ini, Kent mengakui masih banyak laporan dari masyarakat Jakarta terkait buruknya pelayanan dari PAM Jaya, sebagai salah satu contoh di wilayah Jakarta Barat, dengan permasalahan air yang sering tidak keluar serta kerap terjadi gangguan.

Untuk bisa IPO, kata Kent, PAM Jaya harus memenuhi standar transparansi dan tata kelola perusahaan (GCG) yang tinggi. Ini mencakup audit keuangan, pembenahan sistem internal dan eksternal, serta keterbukaan informasi yang selama ini belum menjadi budaya di banyak BUMD Jakarta.

"Di wilayah Jakarta Barat banyak sekali air PAM yang tidak keluar. Jadi kalau mau melaksanakan IPO tolong hindari hal-hal seperti ini, karena itu akan bisa menjadi penilaian negatif dari pihak Otoritas Jasa Keuangan," katanya.

Selain itu, lanjut dia, cakupan layanan air bersih PAM Jaya yang masih belum mencapai 100 persen juga harus dipertimbangkan, warga di daerah lain di Jakarta juga masih bergantung pada air tanah atau air isi ulang.

"Hal-hal seperti inilah yang di khawatirkan akan menjadi hambatan Perumda PAM Jaya untuk menuju IPO," kata dia.

Kent yang mempunyai Sertifikasi Ahli Certified Investment Banker (CIB) yang mampu menangani IPO hingga merger serta akuisisi mengatakan bahwa IPO itu bukan hanya soal kuat modal, tapi soal kredibilitas.

Investor akan melihat kinerja, laporan keuangan, dan risiko politik di balik perusahaan. Jadi, Untuk bisa IPO ini OJK tidak akan bisa di atur-atur, mereka akan secara objektif melihat dari parameter-parameter kepuasan pelanggan dan hal lainnya, karena PAM ini sifat dasarnya servis.

Sebagai contoh, kalau dia random menyebarkan quisioner kepada masyarakat Jakarta terkait pelayanan dari PAM Jaya dan banyak keluhan dari masyarakat Jakarta, itu akan menjadi hambatan untuk mengarah ke IPO. “Jadi, dinamika yang seperti ini harus benar benar diperhatikan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

41 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.