Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jepang Kekurangan Penduduk Produktif, Butuh Banyak Tenaga Kerja Asing

📅 Senin, 12 Mei 2025, 13:01 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Jepang Kekurangan Penduduk Produktif, Butuh Banyak Tenaga Kerja Asing Doc: Istimewa
Ket. Indonesia tengah banjir permintaan tenaga kerja dari luar termasuk Jepang yang kekurangan penduduk usia produktif. Pemda diharapkan mengoptimalkan Balai Latihan Kerja (BLK) di wilayahnya untuk memanfaatkan peluang ini

JAKARTA-Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia sedang kebanjiran permintaan kerja di luar negeri.

Salah satu yang didorong yakni Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu Utara, Sulawesi Utara agar dapat memanfaatkan peluang menempatkan pekerja migran Indonesia (PMI) ke luar negeri untuk mengurangi pengangguran di dalam negeri.

“Setiap angkatan pelatihan, dua aja per desa, dua aja dulu per desa. Angkatan pelatihan itu tiga kali setahun, berapa desa di Luwu Utara? 166, kalau kali dua (jumlahnya) 300, lebih 300 lah ya tuh. Nah, 312, 312 per satu kali angkatan pelatihan berangkat. Kalau setahun berarti kita tiga kali saja angkatan itu berarti, taruh lah seribu. Itu mengurangi pengangguran,” ucap Karding saat menggelar pertemuan dengan Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim dan Wakil Bupati (Wabup) Luwu Utara Jumail Mappile di kantor Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI), Jakarta Selatan pekan lalu.

Menteri yang kerap di sapa Mas Karding itu mencontohkan, Jepang saat ini membutuhkan banyak tenaga kerja asing lantaran usia produktif di sana tak banyak.

“Jepang ini lagi aging, aging itu maksudnya jumlah penduduk ini jaraknya jauh, jumlah kelahiran rendah. Sehingga yang ada umurnya umur-umur tua, jadi bukan usia produktif di Jepang tuh. Mintanya perawat kita itu sampai 300 ribu. Kebutuhan mereka setahun itu,” ungkap Menteri Karding.

Menteri Karding mendorong agar Pemda Luwu Utara membangun balai vokasi yang terintegrasi. Artinya, pelatihan keterampilan, sertifikasi profesi, hingga cek kesehatan calon pekerja migran Indonesia dilakukan di balai vokasi.

“Dibuat tempat vokasi, tempat pelatihan yang khusus. Khusus untuk keluar negeri. Jangan dicampur dengan yang dalam negeri. Biar kita betul-betul fokus,” kata Menteri Karding.

Di sisi lain, Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim mengungkapkan pihaknya ingin mengoptimalkan Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di wilayahnya. 

BLK itu, kata Bupti Andi Abdullah, fokus pada pelatihan di bidang pertambangan.

“Untuk pelatihan sekarang kami ingin mengoptimalkan pusat pelatihan itu,” kata Bupati Andi Abdullah.

“Sebab pilihan kami ada dua sebenarnya Pak Menteri di BLK kami itu karena wilayah kami ini bertetangga dengan pengembangan industri nikel, tambang Pak,” tambahnya.

Bupati Andi Abdullah menyebut pihaknya ingin BLK itu melebarkan sayapnya untuk menjadi pusat pelatihan bagi calon pekerja migran Indonesia. “Tetapi dengan penjelasan Pak Menteri hari ini Insyaallah kami akan memfokuskan dalam pelatihan tenaga migran ini,” kata Bupati Andi Abdullah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.