Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ditekan Eropa, Putin Usulkan Perundingan Langsung Russia-Ukraina di Turki pada 15 Mei

📅 Minggu, 11 Mei 2025, 13:48 WIB | Oleh:

Menanggapi usulan tersebut, Peskov dari Kremlin mengatakan: "Ini adalah perkembangan baru. Namun, upaya menekan kami sama sekali tidak ada gunanya."

Media pemerintah Russia juga mengutip pernyataannya bahwa pernyataan dari Eropa "umumnya bersifat konfrontatif daripada ditujukan untuk mencoba menghidupkan kembali hubungan kita".

Moskow sebelumnya mengatakan sebelum mempertimbangkan gencatan senjata, Barat harus terlebih dahulu menghentikan bantuan militernya ke Ukraina.

Putin kemudian membuat pernyataannya sendiri, dengan video yang memperlihatkan para wartawan berkumpul di sebuah aula di dalam Kremlin.

"Ini akan menjadi langkah pertama menuju perdamaian jangka panjang dan langgeng, bukannya prolog menuju permusuhan bersenjata lebih lanjut setelah angkatan bersenjata Ukraina memperoleh persenjataan dan personel baru, setelah penggalian parit yang gencar dan pendirian pos komando baru," katanya.

"Siapa yang butuh kedamaian seperti itu?"

Trump menggambarkan pengumuman Putin sebagai "hari yang berpotensi besar bagi Russia dan Ukraina", dalam sebuah posting di Truth Social.

"Ini akan menjadi dunia yang benar-benar baru dan jauh lebih baik," katanya. Ia akan "terus bekerja sama dengan kedua belah pihak untuk memastikan hal itu terjadi".

Sementara itu, Putin juga menuduh Ukraina berulang kali gagal menanggapi beberapa proposal gencatan senjata dari Moskow, termasuk penghentian serangan selama 30 hari terhadap energi infrastruktur dan gencatan senjata Paskah bulan lalu .

Gencatan senjata lain yang digaungkan Putin adalah yang diperintahkannya pada bulan April bertepatan dengan peringatan Perang Dunia Kedua. Gencatan senjata berakhir pada Sabtu tengah malam waktu setempat (21.00 GMT).

Kyiv menolak gencatan senjata sepihak selama tiga hari, dan menyebutnya sebagai "pertunjukan sandiwara". Sebaliknya, Zelensky menegaskan kembali seruan untuk gencatan senjata yang lebih lama, setidaknya selama 30 hari.

Meskipun terjadi penurunan pertempuran, masing-masing pihak menuduh pihak lain melakukan pelanggaran.

Pada hari Kamis - hari yang sama ketika gencatan senjata mulai berlaku - Ukraina menuduh Russia melakukan lebih dari 730 pelanggaran dan mengatakan pihaknya menanggapi dengan "tepat".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Persoalan HAM Harus Diseles...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.