Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Militerisasi Murid Bermasalah, Kemen PPPA Ingatkan Orang Tua Harus Punya Kapasitas Pengasuhan

📅 Jumat, 09 Mei 2025, 00:15 WIB | Oleh:
Militerisasi Murid Bermasalah, Kemen PPPA Ingatkan Orang Tua Harus Punya Kapasitas Pengasuhan Doc: Koran Jakarta/Muhamad Marup
Ket. Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Pribudiarta Nur Sitepu, dalam media talk Kemen PPPA, di Jakarta, Kamis (8/5).

JAKARTA - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengeluarkan kebijakan mendidik murid bermasalah bersama militer. Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Pribudiarta Nur Sitepu, mengingatkan bahwa orang tua berperan penting mendampingi anak sehingga butuh kapasitas pengasuhan.

Dia menjelaskan, tujuan anak bermasalah dididik bersama militer dalam rangka melatih karakter. Menurutnya, program tersebut tidak akan berkelanjutan jika orang tua tidak memiliki kompetensi dalam pengasuhan.

"Orang tuanya kan diberikan peningkatan kapasitas edukasi, sehingga kemudian apabila dia dari barak, dia kembali ke orang tuanya, orang tuanya sudah kompeten," ujar Pribudiarta, dalam media talk Kemen PPPA, di Jakarta, Kamis (8/5).

Pribudiarta menilai, mesti ada asesmen terhadap kompetensi orang tua murid yang bermasalah tersebut. Menurut dia, asesmen penting karena setiap anak memiliki metode pengasuhan yang berbeda.

"Makanya menangani 200 anak berarti harus ada 200 jenis metode gitu kan untuk melakukan perbaikan-perbaikan terhadap karakter anak," terang dia.

Dia mengungkapkan, keluarga merupakan wilayah primer dalam pengasuhan anak. Peran pengasuhan bisa digantikan oleh institusi yang menggantikan fungsi pengasuhan, tapi pemenuhan hak anak tersebut harus tetap diprioritaskan.

"Nah itu dia bagian daripada salah satu hak anak, sehingga harus dicari upaya-upaya untuk memastikan bahwa hak pengasuhannya itu tetap terpenuhi," kata dia.

Pribudiarta menerangkan, pihaknya masih belum bisa mengevaluasi kebijakan di Jawa Barat. Meski begitu, dia meminta semua pihak mengawal program tersebut bersama-sama sekaligus mendorong ada kebijakan yang lebih holistik.

"Jangan masing-masing terus kemudian bikin program sendiri-sendiri kan. Nanti jadi tidak holistik gitu kan. Karena itulah kita harapkan nanti akan dibangun konsepnya," ucap dia.

Dia menekankan, kedisiplinan anak bukan dipaksakan, tapi ditanamkan. Menurutnya, pembiasaan jadi penting dalam menerapkan kedisiplinan sehingga peran orang tua menjadi penting.

"Nah oleh karena itu bagaimana orang tua juga bisa mengarahkan pada dia bisa berteman dengan yang positif perilakunya," tutur dia. ruf/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
    Preview komentar:
    Semoga dapat membantu dan meringankan beban saudara kita ...
    Luar biasa pak mentan dengan kepeduliannya dan gerak ...
  • Tumbuh Kuat, BI Sebut Industri Pengolahan dan Perdagangan Jadi Penopang Ekonomi Jateng
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai ketangguhan ekonomi Jateng; ...
  • BUMN Tak Cukup Andalkan Aset, Menperin Minta Perkuat Hilirisasi dan Rantai Pasok Industri
    Preview komentar:
    Pernyataan Bapak Agus Gumiwang yang menggarisbawahi urgensi penguatan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Olahraga
Sandy Walsh Mengaku Dapat B...
Olahraga
Gelandang Curtis Jones Resm...
Ojol dan Aplikator Masuk Radar Pemerintah, Aturan Kemitraan Bakal Diperketat

Ojol dan Aplikator Masuk Radar Pemerintah, Aturan Kemitraan Bakal Diperketat

21 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.