Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Universitas Lambung Mangkurat Bantu Desa Tirta Jaya Kembangkan Agroekoeduwisata Terpadu

28 Sabtu, 22 Agu 2026, 05:45 WIB | Oleh:
Universitas Lambung Mangkurat Bantu Desa Tirta Jaya Kembangkan Agroekoeduwisata Terpadu Universitas Lambung Mangkurat Bantu Desa Tirta Jaya Kembangkan Agroekoeduwisata Terpadu Doc: antara foto
Ket. Tim dosen Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) membantu Desa Tirta Jaya, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, mengembangkan kawasan agroekoeduwisata berbasis pertanian terpadu (integrated farming).

BANJARBARU - Tim dosen Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) membantu Desa Tirta Jaya, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, mengembangkan kawasan agroekoeduwisata berbasis pertanian terpadu (integrated farming).

"Kami laksanakan pengabdian kepada masyarakat untuk membangun desa berkelanjutan melalui agroekoeduwisata," kata Anis Wahdi, tim dosen Fakultas Pertanian ULM di Banjarbaru, Jumat (21/8).

Bersama dua dosen lainnya, Fakhrur Razie dan Lyswiana Aphrodyanti, tim ULM melihat potensi Desa Tirta Jaya yang telah memiliki kawasan pertanian dengan beragam unit kegiatan, mulai perkebunan kelapa sawit, tanaman pangan, hortikultura, peternakan sapi, rumah jamur hingga rumah bibit. 

Berbagai potensi tersebut kemudian dikembangkan menjadi kawasan yang tidak hanya memiliki fungsi produksi, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran pertanian bagi masyarakat.

Mitra utama dalam kegiatan pengabdian ULM ini, yakni Sentra Pemberdayaan Pemuda (SPP) Desa Tirta Jaya. 

Kelompok pemuda tersebut didampingi agar mampu mengelola potensi pertanian desa menjadi layanan agroekoeduwisata yang edukatif sekaligus memiliki nilai ekonomi.a

Anis menyebut pengelola agroekoeduwisata diedukasi dan pendampingan mengenai berbagai tahapan budidaya tanaman, mulai dari pengolahan tanah, persiapan benih dan bahan tanam, penanaman, pemupukan, pemeliharaan tanaman, pengelolaan organisme pengganggu tanaman (OPT), hingga panen.

Penguatan kemampuan teknis tersebut diharapkan membuat pemuda pengelola tidak hanya mampu menjaga keberlanjutan unit pertanian, tetapi juga memahami materi yang nantinya disampaikan kepada pengunjung.

Selain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tim ULM juga mendukung penguatan sarana produksi pertanian. 

Dukungan tersebut antara lain berupa benih, pupuk, perbaikan rumah bibit, serta penguatan sarana pengairan.

"Rumah bibit menjadi salah satu fasilitas yang diperkuat karena memiliki fungsi penting dalam sistem agroekoeduwisata," ungkap Anis.

Selain digunakan untuk mendukung penyediaan bibit bagi kawasan, fasilitas tersebut secara bertahap diarahkan menjadi salah satu titik pembelajaran bagi pengunjung.

Kemudian setiap unit juga dikembangkan agar memiliki fungsi edukasi. Rumah bibit, misalnya, dapat menjadi tempat mengenalkan proses pembibitan tanaman. 

Kebun hortikultura dapat digunakan untuk memperkenalkan teknik budidaya, pemupukan, dan pengelolaan tanaman. 

Sementara peternakan dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan hubungan antara tanaman dan ternak dalam sistem pertanian terpadu.

"Melalui pendekatan ini, kawasan secara bertahap diarahkan menjadi laboratorium pembelajaran pertanian di tingkat desa," jelas Anis.
 
Kemudian bagi pengunjung diharapkan dapat memahami bahwa tanaman, ternak, tanah, bahan organik, dan berbagai sumber daya pertanian memiliki hubungan yang dapat dikelola secara terpadu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Luar Negeri
Restoran-restoran di Sardin...

Audiensi Menkomdigi-Kapolri

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Audiensi Menkomdigi-Kapolri
Nasional
52 Persen BUMN Bebani Keuan...
Advertisement
Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.