Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mentan Ajak Anak Muda Kelola Agribisnis Secara Modern dan Menguntungkan

📅 Jumat, 09 Mei 2025, 11:36 WIB | Oleh:
Mentan Ajak Anak Muda Kelola Agribisnis Secara Modern dan Menguntungkan Doc: ANTARA
Ket. Mentan Andi Amran Sulaiman (dua dari kanan) menyaksikan penandatanganan kontrak konstruksi optimasi lahan saat rapat koordinasi (rakor) di auditorium Kodam VI/Mulawarman, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur

BALIKPAPAN - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, meminta sektor pertanian bukan hanya menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional, melainkan juga sektor penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.

"Kontribusi tenaga kerja di sektor pertanian mencapai 28,5 persen dari total angkatan kerja nasional," ungkap Mentan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Swasembada Pangan di Auditorium Makodam VI/Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (9/5).

Sektor pertanian adalah penyerap tenaga kerja terbesar di negeri ini. Karena itu, penguatan sektor itu adalah penguatan langsung terhadap rakyat,” kata Amran.

Ia menyampaikan, sektor pertanian tidak hanya penting dari sisi ekonomi dan ketahanan pangan, tetapi juga berfungsi sebagai penyokong keberlanjutan sosial melalui pembukaan lapangan kerja bagi jutaan rakyat Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Mentan menyoroti regenerasi petani serta mendorong keikutsertaan pemuda dalam program brigade pangan sebagai solusi jangka panjang.

Pertanian adalah sektor masa depan. Saya ajak generasi muda Kalimantan Timur ikut mengelola agribisnis secara modern, terstruktur, dan menguntungkan,” ujarnya.

Amran juga menegaskan peranan penyuluh pertanian di lapangan karena penyuluh merupakan ujung tombak pendamping petani dan pelaksana berbagai program strategis.

“Presiden telah mengeluarkan Inpres Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pendayagunaan Penyuluh Pertanian. Kami akan alihkan status mereka dari daerah ke pusat, agar lebih sinergis,” ujarnya.

Selama masa transisi, Amran meminta para penyuluh tetap aktif mengawal program Optimalisasi Lahan (OPLAH), Luas Tambah Tanam (LTT), cetak sawah, serap gabah, dan Brigade Pangan.

Kalimantan Timur memiliki posisi strategis dalam peta pangan nasional. Dengan luas lahan yang masih potensial dan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kaltim diharapkan menjadi penggerak swasembada di kawasan timur Indonesia.

“Kami targetkan Kalimantan Timur jadi lumbung pangan regional. Bahkan, bisa jadi provinsi penyuplai pangan ke daerah lain, dan juga ekspor ke negara tetangga,” tuturnya

Di Balikpapan, mentan juga menyampaikan perkembangan sektor pertanian nasional yang mencatat pertumbuhan signifikan pada triwulan pertama 2025.

“BPS mencatat pertumbuhan sektor pertanian mencapai 10,52 persen, tertinggi dibanding sektor lainnya. Produksi padi naik 51,45 persen dan jagung naik 39,02 persen dibanding tahun lalu,” ungkapnya.

Pertumbuhan itu didukung oleh berbagai strategi nasional seperti program intensifikasi melalui OPLAH, ekstensifikasi dengan pencetakan sawah, serta modernisasi pertanian berbasis alat mesin pertanian (alsintan).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Gempa Venezuela: Peru Putus...
  • Kabar Baik! Pemerintah Pertahankan Bunga KUR 6 Persen, UMKM Dapat Angin Segar
    Preview komentar:
    Thank you for sharing this informative article. Thank ...
  • Wajib Tahu, Ini 3 Dampak Negatif Penyebaran Hoaks Selama Pemilu
    Preview komentar:
    Thank you for sharing this informative article. Thank ...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
Awas! Modus Baru Judol Lewat Komentar Medsos, Tunggangi Piala Dunia 2026, Ini Temuan Kemkomdigi

Awas! Modus Baru Judol Lewat Komentar Medsos, Tunggangi Piala Dunia 2026, Ini Temuan Kemkomdigi

29 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.