Gubes Unair Usulkan Kemandirian Obat Lewat Inovasi Sintesis Senyawa Bioaktif Lokal
📅 Jumat, 09 Mei 2025, 00:25 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
SURABAYA – Guru Besar Bidang Ilmu Desain dan Sintetis Senyawa Bioaktif, Universitas Airlangga, Surabaya, Hery Suwito, pada Kamis (8/5) mengatakan bahwa untuk mencapai kemandirian di bidang farmasi, Indonesia harus mulai mengembangkan kemampuan sendiri dalam membuat bahan aktif obat. Hal tersebut menjadi penting, sebab masih tingginya angka impor Bahan Baku Obat (BBO) dari luar negeri.
Inovasi Senyawa Bioaktif
Hery menyebut salah satu pendekatan penting dalam pengembangan obat saat ini adalah pendekatan biological driven. Yaitu pendekatan yang berbasis pada pemahaman biologis dan molekuler. Pendekatan ini mengandalkan teknologi komputer dan basis data protein untuk merancang senyawa obat.
“Selama lebih dari sepuluh tahun, fokus kami pada kelompok senyawa turunan dihidropirimidinon (DHPM) yang dibuat menggunakan metode reaksi kimia yang disebut reaksi Biginelli. Modifikasi katalis dalam proses ini meningkatkan efisiensi dan menghasilkan variasi struktur senyawa yang lebih banyak, ada tujuh jenis kerangka senyawa DHPM yang berhasil kami buat,” ungkapnya.
Potensi Medis
Hery menyebut, senyawa hasil sintesis tersebut menunjukkan potensi besar untuk menjadi obat. Turunan DHPM memiliki aktivitas biologis yang kuat di antaranya 18 senyawa antioksidan, senyawa antikanker, senyawa antidiabetes dan pencegahan komplikasi, dan senyawa anti Inflamasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemudian, Hery menuturkan bahwa Indonesia perlu lebih serius dalam membangun kemampuan sintesis obat dari hulu. Menurutnya, dengan komitmen dan dukungan yang tepat, bukan tidak mungkin potensi tersebut dapat terus berkembang. “Potensi riset dalam negeri sangat besar, terbukti dari hasil penelitian yang kompetitif. Dengan komitmen dan dukungan yang tepat, Indonesia bisa lebih mandiri menghasilkan bahan baku obat dan tidak lagi terlalu bergantung pada negara lain,” pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!