Harga Minyak Dunia Turun, Pertamina Diminta Segera Lakukan Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi
📅 Jumat, 26 Jun 2026, 15:15 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan memberikan masukan strategis kepada jajaran direksi agar segera mempersiapkan eksekusi penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi secara bertahap mulai awal bulan Juli 2026.
Hal ini menyusul tren harga minyak mentah (crude) dunia yang menunjukkan penurunan dalam beberapa waktu terakhir.
“Kami dari jajaran dewan komisaris mendorong direksi, manajemen (Pertamina) untuk segera menyesuaikan dengan harga minyak (mentah) dunia yang sudah mulai turun,” kata Iriawan saat ditemui di Jakarta, Jumat.
Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) pada perdagangan pagi ini berada di level 71,533 dolar AS per barel. Sementara, harga acuan perdagangan minyak mentah Brent hari ini berada di level 74,835 dolar AS per barel.
Oleh karena itu, Iriawan mengatakan pihaknya akan melakukan diskusi lebih jauh dengan jajaran direksi Pertamina dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait potensi penyesuaian harga BBM nonsubsidi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai informasi, harga BBM ritel nonsubsidi melalui SPBU per 10 Juni 2026, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, harga Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.
Adapun harga Pertamax Turbo (RON 98) tetap Rp20.750 per liter, Dexlite (CN 51) tetap Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) tetap Rp24.800 per liter.
“Jadi kira-kira kami akan mendorong jajaran direksi untuk melakukan itu (penyesuaian harga BBM nonsubsidi). Yang pastinya nanti akan berkomunikasi dengan kemudian ESDM untuk bisa menurunkan harga minyak nanti,” ujar Iriawan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, ia menggarisbawahi penyesuaian harga BBM harus melewati sejumlah prosedur dan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.
Menurut dia, formula evaluasi berkala yang diterapkan perseroan menjadi instrumen pelindung konsumen agar tidak terombang-ambing oleh volatilitas harga harian yang ekstrem.
“Ada prosedurnya ya, karena minyak yang sekarang ini proses (dari) bulan yang lalu, dengan harga yang lalu. Nah tentunya kalau turunnya kemarin, berapa hari yang lalu, kita akan menyesuaikan nanti,” kata Iriawan.
“Turunnya berapa (rupiah), nanti kita lihat ke depan. Tapi insya Allah, doakan, mudah-mudahan bisa turun sesuai dengan harapan masyarakat,” ujarnya menambahkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!