Siaga Hadapi Korea Utara, Korea Selatan Bentuk 500 Ribu 'Prajurit Drone'
📅 Jumat, 26 Jun 2026, 16:58 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSEOUL – Korea Selatan pada Jumat (26/6) mempercepat transformasi militernya dengan membentuk 500.000 "prajurit drone" sebagai bagian dari strategi menghadapi ancaman Korea Utara.
Dari The Guardian, langkah ini menandai perubahan besar dalam doktrin pertahanan Seoul, di mana drone akan menjadi perlengkapan tempur standar bagi setiap prajurit.
Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengumumkan akan memperluas kemampuan drone dan anti-drone secara masif. Hingga 2029, militer menargetkan pengadaan sekitar 60.000 drone buatan dalam negeri yang akan didistribusikan ke Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, hingga Korps Marinir. Sebanyak 11.000 unit di antaranya dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun ini.
Menteri Pertahanan Ahn Gyu-back menegaskan bahwa drone tidak lagi hanya digunakan oleh unit-unit khusus, melainkan akan menjadi "senjata pribadi kedua" bagi setiap personel militer. Karena itu, Seoul akan melatih sekitar 500.000 operator drone untuk mendukung operasi tempur, pengintaian, hingga misi pengawasan.
Seluruh sistem juga akan dibangun menggunakan komponen produksi dalam negeri tanpa ketergantungan pada komponen asal Tiongkok. Kebijakan ini diambil untuk memperkuat keamanan rantai pasok teknologi pertahanan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain memperbanyak drone tempur, Korea Selatan juga akan memperkuat sistem pertahanan anti-drone melalui pengembangan senjata laser, gelombang mikro berkekuatan tinggi, serta teknologi kawanan drone berbasis kecerdasan buatan (AI). Militer bahkan berencana membeli lebih dari 20.000 drone sekali pakai berbiaya rendah yang dinilai efektif di medan perang modern.
Kebijakan ini lahir dari pelajaran konflik di Ukraina dan Timur Tengah, yang menunjukkan bahwa drone murah dalam jumlah besar mampu mengubah pola peperangan secara drastis. Seoul juga menilai Korea Utara terus meningkatkan kemampuan pesawat nirawaknya sehingga ancaman terhadap fasilitas militer maupun sipil semakin besar.
Di sisi lain, Korea Selatan menghadapi tantangan berkurangnya jumlah penduduk usia produktif. Kondisi tersebut mendorong militer untuk semakin mengandalkan otomatisasi dan sistem tanpa awak guna menjaga kesiapan tempur di masa depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui program ambisius ini, Korea Selatan berharap mampu membangun kekuatan militer yang lebih modern, fleksibel, dan siap menghadapi dinamika ancaman keamanan di Semenanjung Korea.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!