Xi Jinping Tiba di Moskow, Hadiri Peringatan 80 Tahun Berakhirnya Perang Dunia II
📅 Kamis, 08 Mei 2025, 11:25 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: SCMP
JAKARTA - Presiden Tiongkok Xi Jinping dan pemimpin Brazil Luiz Inacio Lula da Silva tiba di Moskow untuk menghadiri peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II, beberapa jam setelah Russia dan Ukraina saling melancarkan serangan udara.
Menurut laporan Bloomberg, Russia meluncurkan empat rudal balistik dan 142 pesawat nirawak yang menargetkan Kyiv dan pusat-pusat regional lainnya dalam semalam, kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada Rabu (7/5) dalam sebuah posting di X. Dua orang tewas di ibu kota dan tujuh orang terluka, termasuk anak-anak, katanya.
Serangan itu juga menargetkan wilayah lain di Ukraina, termasuk Dnipro, Kherson, dan Zaporizhzhia, di mana lebih banyak orang terluka, menurut otoritas setempat.
Sementara Wali Kota Sergei Sobyanin mengatakan, Pertahanan udara Russia menembak jatuh 16 pesawat nirawak yang terbang menuju Moskow. Kementerian Pertahanan Russia belum mengomentari skala serangan tersebut, tetapi gubernur wilayah Bryansk, yang berbatasan dengan Ukraina, mengatakan lebih dari 100 pesawat nirawak dan satu rudal menargetkan wilayah tersebut.
Saling serang menggunakan pesawat nirawak dan rudal terjadi sehari sebelum gencatan senjata tiga hari yang dideklarasikan oleh Presiden Russia Vladimir Putin yang akan dimulai pada tengah malam untuk menandai peringatan kemenangan Uni Soviet dan sekutunya atas Nazi Jerman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Russia menyambut para pemimpin hampir 30 negara dan wilayah yang hadir dalam parade militer tahunan pada tanggal 9 Mei.
Perdana Menteri Slowakia Robert Fico, satu-satunya pemimpin Uni Eropa yang berencana hadir, mengeluh Estonia tidak mengizinkan pesawatnya terbang melewati wilayah udaranya dalam perjalanan ke Rusia. Fico dalam sebuah pernyataan video menyebutnya sebagai "upaya yang disengaja untuk menggagalkan kunjungannya ke Moskow," tetapi ia mengatakan sedang mengupayakan solusinya.
Zelenskiy mengatakan Ukraina tidak dapat menjamin keselamatan pejabat asing selama parade peringatan di Moskow. Ia meminta Russia untuk menerima gencatan senjata selama 30 hari, dan belum berkomitmen untuk membalas gencatan senjata selama 72 jam yang diumumkan oleh Putin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dua dari empat bandara Moskow, termasuk yang biasanya menangani penerbangan delegasi pemerintah, menghentikan sementara operasinya pada Rabu pagi, meskipun layanan normal kemudian dilanjutkan, kata pejabat penerbangan.
Bandara lain di Russia tengah juga melaporkan gangguan pada penerbangan.
Pertahanan udara di sekitar Moskow menembaki pesawat tak berawak selama tiga hari terakhir setelah relatif tenang, karena Ukraina menyerang target di wilayah lain Rusia.
Kementerian Luar Negeri di Kyiv pada hari Selasa meminta negara-negara lain untuk tidak mengirimkan personel militer dalam parade 9 Mei di Moskow. Russia mengatakan unit militer dari 13 negara, termasuk Tiongkok, diperkirakan akan berbaris melalui Lapangan Merah selama acara tersebut.
Putin dan Xi akan mengadakan pembicaraan bilateral pada 8 Mei termasuk membahas mengenai perang di Ukraina, hubungan Russia-AS, dan kerja sama dalam kelompok BRICS dan G20, kata Ushakov pada Selasa, menurut kantor berita Interfax. Mereka juga akan memberi pengarahan kepada wartawan, katanya.
"Hanya tekanan yang lebih kuat terhadap Russia dan sanksi yang lebih kuat yang dapat membuka jalan menuju diplomasi," kata Zelenskiy pada hari Rabu. "Russia harus bertanggung jawab atas tindakannya."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!