Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peninjauan Infrastruktur Rusak Akibat Bencana Alam di Padang Pariaman 

📅 Kamis, 08 Mei 2025, 21:55 WIB | Oleh:
Peninjauan Infrastruktur Rusak Akibat Bencana Alam di Padang Pariaman  Doc: Antara

Pariaman - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau sejumlah infrastruktur rusak di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, akibat bencana alam sejak beberapa tahun terakhir.

"Hari ini kami sengaja melihat beberapa titik yang rusak akibat bencana di Padang Pariaman," kata Suharyanto saat meninjau lokasi infrastruktur rusak di Padang Pariaman, Kamis.

Ia mengatakan lokasi yang dikunjungi di Padang Pariaman yaitu jalan dan jembatan di Sikuliek, Kecamatan Batang Anai serta Jembatan Sikabu, Kecamatan Lubuk Alung yang rusak dan ambruk beberapa tahun lalu karena meluapnya arus sungai.

"Di Sikuliek itu sudah empat tahun aktivitas masyarakat terganggu karena jalan rusak, sehingga hanya bisa dilewati dengan kendaraan roda dua dan jalan kaki," katanya.

Ia menyampaikan bahwa jalan di Sikuliek dapat diajukan untuk mendapatkan dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi yang proposal permohonannya harus sudah masuk ke BNPB akhir Mei 2025.

Berdasarkan dari pengalaman sebelumnya, lanjut dia, permohonan pada waktu tersebut dananya akan keluar akhir tahun sehingga awal 2026 rehabilitasi dan rekonstruksi sudah dapat dilakukan.

Sedangkan Jembatan Sikabu akan dibahas untuk mencari solusinya karena infrastruktur yang rusak tersebut sudah pernah dibantu pemerintah pusat melalui BNPB sekitar Rp26 miliar namun rusak kembali akibat bencana.

"Apakah jembatan ini diperbaiki BNPB kembali atau melalui Kementerian Pekerjaan Umum, nanti kami informasikan kembali," ujarnya.

Ia menjelaskan penanggulangan bencana yang dilakukan pemerintah tidak saja saat bencana namun juga pascabencana untuk melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Ia menyampaikan bahwa untuk melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut diperlukan dana hibah dari BNPB yang pengajuannya dilakukan oleh pemerintah daerah.

"Nanti BNPB akan mengajukan ke Kementerian Keuangan. Itu merupakan salah satu upaya dari pemerintah pusat lewat BNPB dan Kementerian Keuangan untuk membantu pemerintah daerah," katanya.

Bantuan tersebut, kata dia, karena pemerintah pusat menyadari keterbatasan keuangan yang dihadapi daerah dalam menanggulangi bencana di daerahnya.

Sementara itu, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyambut positif kunjungan dan informasi adanya peluang perbaikan infrastruktur di Sikuliek dan Sikabu.

"Terima kasih kepada BNPB yang tanggap terhadap bencana di Padang Pariaman, bahkan kepala BNPB hadir langsung," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Jonatan Christie Tembus Babak 8 Besar

17 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Jonatan Christie Tembus Bab...
Daerah
Pemprov Sulbar Bidik Stunti...

Putri KW Sukses Menembus Babak 8 Besar

17 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Putri KW Sukses Menembus Ba...

Sabar/Reza Amankan Tiket Babak 8 Besar

17 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Sabar/Reza Amankan Tiket Ba...
Ekonomi
Rupiah Sentuh Level Terenda...

Jakarta Fair Akan Berlangsung Lebih Lama

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Fair Akan Berlangsu...

Jakarta Model Percontohan Pelayanan Terpadu

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Model Percontohan P...
Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

05 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.