Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Teknologi dan Hujan Jadi Penentu Sengitnya Balapan Formula E Monako

📅 Rabu, 07 Mei 2025, 13:55 WIB | Oleh:
Teknologi dan Hujan Jadi Penentu Sengitnya Balapan Formula E Monako Doc: Istimewa

JAKARTA - Formula E Monako 2025 menjadi gambaran bagaimana teknologi balap dan kondisi cuaca ekstrem dapat mengubah jalannya kompetisi. Inovasi seperti Pit Boost serta tantangan trek basah membuat dua balapan di sirkuit legendaris ini menghadirkan dinamika tak terduga.

Hari Sabtu menjadi momen penting pengujian Pit Boost, teknologi pengisian daya cepat yang memungkinkan mobil mengisi energi 600 kW dalam 30 detik. Strategi penggunaan Pit Boost memainkan peran penting dalam hasil akhir, dengan Oliver Rowland dan Nyck de Vries mendapatkan keuntungan besar dibanding Taylor Barnard yang terlalu awal masuk pit.

Balapan hari Sabtu memperlihatkan bagaimana kecanggihan teknologi berpadu dengan strategi yang matang bisa menentukan kemenangan. Rowland yang mengeksekusi dua Attack Mode dan Pit Boost secara tepat, sukses merebut kemenangan dari De Vries dan Jake Dennis, yang juga diuntungkan oleh kerja sama tim Andretti.

Sementara itu, balapan hari Minggu berubah menjadi ujian besar akibat hujan yang mengguyur Monako. Kualifikasi berlangsung kacau dengan banyak pembalap tergelincir, bahkan semifinal kedua tidak menghasilkan waktu, membuat Rowland otomatis mendapat pole position.

Trek basah membuat jalannya balapan penuh drama dan pertaruhan strategi. Sebastien Buemi memanfaatkan kondisi ini dengan sangat baik, mengaktifkan Attack Mode pada momen yang tepat untuk menyalip lawan-lawannya dan mengamankan kemenangan ketiganya di Monako.

Perubahan posisi secara drastis di setiap lap, penalti untuk Rowland, hingga manuver agresif Cassidy dari posisi 14 ke podium menunjukkan betapa pengaruh teknologi dan cuaca begitu besar dalam menentukan hasil akhir. Inilah wajah baru Formula E balapan yang tak lagi hanya soal siapa tercepat, tetapi siapa yang paling cerdas dan adaptif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
DPR Desak Pemerintah Segara...

PBSI Lakukan Penataan di Skuad Ganda Putri

58 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
PBSI Lakukan Penataan di Sk...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Strawberry Moon 2026 Muncul 29 Juni, Ini Asal-usul Nama dan Waktu Terbaik Melihatnya

Strawberry Moon 2026 Muncul 29 Juni, Ini Asal-usul Nama dan Waktu Terbaik Melihatnya

29 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.