Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Persoalan Struktural Dalam Perekonomian Nasional Belum Diselesaikan

📅 Selasa, 06 Mei 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

“Biaya produksi sedang meningkat, kejar- kejaran antara peningkatan pendapatan per kapita dan biaya hidup yang tinggi. Sementara di sisi lain struktur ekonomi kita yang semakin kompleks membuat pertumbuhan tidak stabil dan tidak bisa cepat. Sedangkan investasi Pemerintah lebih difokuskan ke sektorpendidikan, kesehatan, dan keuangan,” katanya.

Pada kesempatan terpisah, Guru Besar Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Aloysius Gunadi Brata mengatakan pertumbuhan 4,87 persen itu tidak mengejutkan. Angka tersebut jelasnya mencerminkan berlanjutnya persoalan struktural dalam perekonomian nasional yang belum terselesaikan.

“Sejumlah lembaga memang sebelumnya sudah memprediksi bahwa pertumbuhan akan berada di bawah target pemerintah. Masalah utamanya terletak pada motor penggerak ekonomi yang sedang bermasalah,” kata Aloysius.

Menurutnya, daya beli masyarakat mengalami tekanan, terutama akibat melemahnya kelas menengah. Selain itu, persoalan lama terkait produktivitas tenaga kerja yang rendah juga masih belum tertangani secara memadai. Pertumbuhan di triwulan I-2025 paparnya sedikit tertolong oleh aktivitas ekonomi selama Ramadhan dan Idul Fitri.

“Tanpa faktor hari besar keagamaan dan mengingat realisasi belanja pemerintah yang biasanya masih minim di awal tahun, sangat mungkin pertumbuhan kita bisa lebih rendah dari itu,” katanya.

Adapun dampak dari pelambatan itu terlihat pada masalah sosial yang marak akhir-akhir ini yaitu meningkatnya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Fenomena tersebut mengkhawatirkan, karena tidak hanya di sektor manufaktur tetapi juga merambah sektor jasa seperti industri marketplace digital hingga industri media khususnya pertelevisian.

“Ini menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan kelas menengah. Ketika kelas ini tergerus, daya beli menurun dan kemiskinan bisa semakin rumit,” paparnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Potongan 8% kaga ada bedanya, malah makin parah ...
    Pak presiden yg terhormat tolong cek ricek hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...

KCIC Sediakan Promo Tiket Whoosh HUT ke-81 RI

5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
KCIC Sediakan Promo Tiket W...
Daerah
Bank Bandung Luncurkan “D...

BMKG Catat 235 Gempa Susulan di Flores

6 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BMKG Catat 235 Gempa Susula...
Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

15 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.