Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nama jalan multibahasa di Bogor jadi simbol toleransi-identitas budaya

📅 Selasa, 06 Mei 2025, 15:55 WIB | Oleh:
Nama jalan multibahasa di Bogor jadi simbol toleransi-identitas budaya Doc: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Ket. Pengamat sosial budaya dari Universitas Pakuan, Dr. Agnes Setyowati.

Kabupaten Bogor -- Pengamat sosial budaya dari Universitas Pakuan Dr. Agnes Setyowati menilai pemasangan papan nama jalan dengan multibahasa di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai simbol toleransi dan identitas budaya.

"Dengan menampilkan berbagai bahasa di nama jalan membantu pelestarian bahasa lokal dan memperkuat identitas budaya setempat, sekaligus menghormati sejarah multikultural Indonesia," kata Agnes di Bogor, Selasa.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto mulai memasang papan nama di beberapa ruas jalan dengan menggunakan tiga bahasa yakni Indonesia, Inggris, serta aksara Sunda.

Selain itu Pemkab Bogor juga menamai ruas jalan dengan nama-nama tokoh bangsa, seperti jalan lingkar Stadion Pakansari dinamai Ipik Gandamana. Kemudian, penghubung Stadion Pakansari - lampu merah Kandang Roda sebagai Jalan Jenderal Sudirman. Kemudian, penghubung lampu merah Kandang Roda - Tugu Pancakarsa sebagai Jalan Soekarno Hatta.

Nama jalan berbahasa asing atau multibahasa dapat meningkatkan daya tarik wisata dan memperlihatkan kota yang ramah terhadap wisatawan internasional. Ini secara tidak langsung berkaitan dengan aspek kebudayaan, karena pariwisata juga menjadi bagian dari pelestarian dan promosi budaya.

Menurut dia, penggunaan tiga bahasa juga bisa menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang Bogor sebagai kota yang pernah menjadi pusat pemerintahan kolonial dan juga sebagai kota dengan budaya Sunda yang kuat.

Penggunaan tiga bahasa pada nama jalan di Bogor tidak hanya sekadar penamaan, tetapi juga merupakan cerminan dari keberagaman sejarah, budaya, dan identitas masyarakat setempat. Ini memperlihatkan bagaimana kebudayaan dan sejarah saling terkait dan dijaga melalui simbol-simbol seperti nama jalan.

Penamaan tiga bahasa bisa dimaknai sebagai simbol toleransi dan keberagaman. Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat di Bogor menghargai keberagaman budaya dan bahasa.

"Ini mencerminkan nilai toleransi dan saling menghormati antar komunitas yang berbeda, seperti masyarakat lokal Sunda, keturunan Belanda, dan masyarakat Indonesia secara umum," ujar Agnes.

Nama jalan yang menggunakan berbagai bahasa adalah bentuk penghargaan terhadap sejarah panjang dan warisan budaya daerah tersebut. Menurut dia, hal ini membantu memastikan generasi muda memahami asal-usul tempat mereka dan menghargai warisan budaya yang kompleks.

Dengan menggabungkan bahasa lokal, nasional, dan internasional, nama jalan menjadi simbol identitas yang kuat.

"Ini menunjukkan masyarakat Bogor bangga akan akar budaya mereka sekaligus mengakui pengaruh sejarah kolonial dan nasionalisme Indonesia serta terbuka terhadap dunia internasional," paparnya.

Agnes menilai dalam era globalisasi, penggunaan multi-bahasa di nama jalan juga mencerminkan upaya menjadikan Bogor sebagai kota yang terbuka dan ramah terhadap dunia internasional, misalnya untuk wisatawan asing atau pelaku bisnis internasional yang berkunjung.

Dalam konteks modern, penggunaan beberapa bahasa juga mencerminkan perkembangan kota yang mengikuti tren global dan modernisasi. Kota yang menghargai keberagaman bahasa menunjukkan bahwa mereka beradaptasi dengan dunia yang semakin interconnected.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.