Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KKP Ajak Gen Z Jadi Bos Bisnis Ikan! Peluang Cuan Baru di Lautan Menanti

📅 Selasa, 06 Mei 2025, 23:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
KKP Ajak Gen Z Jadi Bos Bisnis Ikan! Peluang Cuan Baru di Lautan Menanti Doc: ANTARA/HO-Humas KKP
Ket. KKP menyelenggarakan sembilan series workshop pengembangan diversifikasi dan nilai tambah produk perikanan yang digelar secara daring menjangkau lebih dari 12 ribu peserta dari seluruh Indonesia.

JAKARTA – Pengembangan usaha diversifikasi produk perikanan sangat penting karena dapat meningkatkan nilai tambah hasil perikanan, menciptakan peluang pasar baru, serta meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha perikanan. Diversifikasi ini juga bisa mendorong konsumsi ikan, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya ikan, dan menciptakan lapangan kerja baru.

Proses diversifikasi dapat mendorong kreativitas dalam menciptakan produk-produk perikanan baru yang inovatif dan menarik. Diversifikasi dapat mendukung keberlanjutan usaha perikanan dengan mengurangi tekanan pada sumber daya ikan tertentu dan membuka peluang usaha baru.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyasar Generasi Z untuk terlibat dalam pengembangan usaha diversifikasi produk perikanan guna menciptakan peluang ekonomi baru dan meningkatkan daya saing sektor kelautan di pasar domestik dan global

"Diversifikasi produk perikanan kunci menaikkan nilai tambah, memperluas pasar, serta meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha perikanan," kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Tornanda Syaifullah dalam keterangan di Jakarta, Selasa (6/5).

Dia menyampaikan pihaknya menggencarkan kegiatan workshop mengenai diversifikasi produk perikanan, termasuk menyasar Generasi Z (Gen Z).

Sembilan workshop yang digelar secara daring selama Januari hingga April 2025 berhasil menjangkau lebih dari 12 ribu peserta di seluruh Indonesia.

Seri workshop berfokus pada pengembangan diversifikasi produk olahan hasil perikanan, antara lain pizza udang, rolade tuna, gohyong tuna, corndog ikan nila, pilus ikan nila, aneka olahan ikan nila lainnya, cendol rumput laut, dan mie dari Hidrolisat Protein Ikan (HPI).

Tercatat sebanyak 7.060 peserta mengikuti kegiatan melalui zoom, sementara 5.300 lainnya menyaksikan melalui kanal youtube Direktorat Jenderal PDSPKP KKP. Peserta juga ikut mempraktikkan pembuatan produk secara live saat workshop berlangsung.

"Kreativitas dan adaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen merupakan aspek penting dalam menciptakan produk-produk yang dapat diterima oleh pasar domestik maupun ekspor," ujarnya.

Diversifikasi dilakukan dengan mengolah hasil perikanan menjadi berbagai produk, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri, tetapi juga sebagai peluang ekspor ke pasar global.

"Tingginya partisipasi menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap pengembangan diversifikasi produk hasil perikanan yang inovatif," tutur Tornanda.

Ia menuturkan pihaknya telah melatih mulai dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, Kabupaten/Kota seluruh Indonesia, pelaku UMKM, pelajar, dan masyarakat umum.

Tornanda berharap produk hasil diversifikasi tidak hanya menjadi variasi baru dalam industri kuliner, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang kreatif dan berdaya saing tinggi.

“Ini akan berpotensi munculnya inovasi dan usaha baru produk dan kuliner berbasis ikan dengan anak muda sebagai pelakunya," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Mourinho Terus Menata Kekuatan Madrid

30 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Mourinho Terus Menata Kekua...
Olahraga
Marc Marquez Siap Kembali k...
Luar Negeri
Prancis Siapkan Pangkalan R...

Rieke Buka Pameran Warna-Warni Parlemen 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Rieke Buka Pameran Warna-Wa...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.