Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kejati Selidiki Korupsi Operasional Gubernur

📅 Sabtu, 01 Feb 2025, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kejati Selidiki Korupsi Operasional Gubernur Doc: ANTARA/Devi Nindy
Ket. Penjabat Gubernur Banten periode 2022-2024 Al Muktabar.

SERANG - Dugaan penyelewengan Biaya Penunjang Operasional (BPO) Penjabat Gubernur Banten periode 2022-2024 Al Muktabar senilai 39 miliar mulai diselidiki Kejaksaan Tinggi (Kejati). “Sudah tujuh orang dari Pemprov Banten diperiksa. Namun, nama-namanya belum dapat diungkap,” tutur Kasi Penkum Kejati Banten, Rangga Adekresna di Serang, Jumat.

Rangga menyatakan penyelidikan dugaan korupsi ini dimulai 2 Januari dan merupakan limpahan dari Kejaksaan Agung. Dana BOP yang seharusnya digunakan Penjabat Gubernur Banten untuk pelaksanaan tugas, diduga diselewengkan dan angkanya mencapai 39 miliar.

Menurut Rangga, kejati masih menyelidiki unsur pidana dalam dugaan korupsi tersebut. Rangga menjelaskan, Kejati Banten belum bisa memberikan informasi mendetil karena saksi yang dipanggil baru sebatas dimintai klarifikasi.

Protes Guru

Sementara itu, massa guru honorer R2-R3 melakukan aksi damai. mereka menuntut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyelesaikan formasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) untuk 932 guru yang telah terdata di Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Koordinator aksi, Dadang Hidayat, di kawasan KP3B Serang, Jumat mengatakan, demo tersebut sebagai bentuk eksekusi dan konfirmasi dari sejumlah audiensi yang dilakukan secara berjenjang. Mereka menuntut 1.024 formasi tersisa bisa diisi guru yang belum menempati formasi.

“Artinya ketika Pemprov serius menyelesaikan masalah tersebut, tidak ada yang sulit,” ujar Dadang. Mereka menuntut sesuai dengan aturan BKN dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) yang mengembalikan penataan PPPK kepada pemerintah daerah.

Dadang khawatir, 1.024 formasi akan diisi pendaftar PPPK tahap kedua. Padahal mereka dalam ketegori baru dua tahun mengajar. “Data pendaftar tahap kedua, sudah sejumlah 6.000 orang,” jelas Dadang. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Potongan 8% kaga ada bedanya, malah makin parah ...
    Pak presiden yg terhormat tolong cek ricek hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...

The Brink of War: Teror Psikologis Menjelang Kiamat Nuklir Dunia

4 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
The Brink of War: Teror Psi...
Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

15 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.