5.000 Calon Siswa Sudah Daftar Sekolah Rakyat, Gus Ipul Pastikan Mekanisme Seleksi Ketat
📅 Senin, 05 Mei 2025, 23:35 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: Istimewa
JAKARTA - Sebanyak 5.000 calon siswa sudah mendaftar Sekolah Rakyat. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan sudah ada mekanisme seleksi ketat guna memastikan program ini tepat sasaran yaitu kriteria utama adalah peserta didik berasal dari desil 1 atau desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Jadi miskin ekstrem atau miskin tapi di desil satu. Kalau itu sudah enggak ada baru nanti di desil dua. Tapi sementara ini miskin ekstrem," ujar Mensos, di Jakarta, Senin (5/5).
Dia menerangkan, masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara partisipatif dengan mengunjungi langsung 53 titik lokasi Sekolah Rakyat. Selain itu, Kementerian Sosial juga melakukan penjangkauan aktif melalui pendamping sosial di daerah.
"Setelah pendaftaran, dokumen administrasi peserta akan diverifikasi, terutama terkait status desil," jelasnya.
Gus Ipul menambahkan, sebelum menjalani tes kesehatan, tim dari Kemensos akan melakukan kunjungan rumah dan wawancara dengan calon peserta didik dan orangtua mereka. Proses ini untuk memastikan data yang kita miliki sama dengan di lapangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Lalu setelah itu baru nanti naik ke tes kesehatan. Setelah tes kesehatan selesai baru nanti kita minta komitmen orangtua,” katanya.
Sebagai informasi, Sekolah Rakyat dijadwalkan mulai beroperasi pada Juli 2025 di 53 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pada tahap pertama, penyelenggaraan akan memanfaatkan 45 aset milik Kemensos, 6 aset milik pemerintah daerah, dan 2 aset milik perguruan tinggi.
Gus Ipul mengungkapkan, pada tahap awal, Sekolah Rakyat akan terdiri dari 131 rombongan belajar (rombel), masing-masing berisi 25 siswa. Komposisinya meliputi 1 rombel jenjang SD, 63 rombel jenjang SMP, dan 67 rombel jenjang SMA.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Secara keseluruhan, terdapat 3.275 siswa yang akan mengikuti program ini," ungkapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!