Pemerintah Akan Revitalisasi 24 Unit Sekolah di Purbalingga, Jateng
📅 Jumat, 02 Mei 2025, 13:50 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
PURBALINGGA - Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) mengungkapkan bahwa Pemerintah merevitalisasi 24 unit sekolah di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, melalui Program Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran yang merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.
Ditemui usai memantau pelaksanaan Program Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran di SD Negeri 2 Bodaskarangjati, Kecamatan Rembang, Purbalingga, Jumat (2/5), Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Ujang Komarudin mengatakan program tersebut merupakan realisasi PHTC keempat berupa revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran.
Oleh karena itu, kata dia, bangunan sekolah yang mengalami berbagai kerusakan akan direvitalisasi oleh pemerintah dengan uang negara agar anak-anak didik merasa nyaman saat bersekolah.
"PHTC keempat ini, revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran, bagian dari kepedulian Bapak Presiden untuk memastikan bahwa anak didik kita siap menjadi orang-orang hebat, orang-orang kuat, orang-orang yang cerdas, dan bisa bersaing di dunia internasional," katanya.
Selain revitalisasi sekolah, kata dia, Presiden juga memiliki beberapa program unggulan seperti Sekolah Rakyat dan SMA Unggulan Garuda untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, kuat, cerdas, serta bisa menghadapi Indonesia Emas 2045.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Itu menjadi program unggulan dan amanah dari Undang-Undang Dasar 1945, mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Ujang.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah Nugraheni Triastuti mengatakan pihaknya sebagai salah satu unit pelaksana teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merasa suka cita karena pada momentum Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal Mei, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan dua program prioritas dalam PHTC.
Menurut dia, dua program tersebut berkaitan dengan revitalisasi sarana dan prasarana serta terkait dengan digitalisasi pembelajaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dan kedua program itu, alhamdulillah ada di SD Negeri 2 Bodaskarangjati ini, sehingga kami hadir di sini untuk bisa melakukan launching (peluncuran, red.) secara bersama-sama," katanya.
Dia mengatakan nantinya anggaran revitalisasi sarana-prasarana tersebut akan langsung ditransfer ke rekening sekolah dan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat sekitar.
Dia mengharapkan ketika kegiatan revitalisasi tersebut dilaksanakan, pihak sekolah tetap fokus melakukan proses belajar-mengajar, sedangkan masyarakat terlibat dalam proses pembangunannya, sehingga hal itu menjadi partisipasi semesta untuk mendukung pendidikan yang bermutu.
"Untuk sasarannya, sebenarnya sekolah yang rusak di Indonesia ini mencapai 980 ribu, tetapi untuk tahun 2025 ini teranggarkan 10.440 (sekolah). Ini data yang diperoleh dari awal ketika masih masuk dikelola oleh PUPR (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat)," katanya.
Akan tetapi saat ini, kata dia, telah dipindahkan ke Kemendikdasmen dan dalam pengelolaannya dilakukan secara swakelola, tidak menutup kemungkinan jumlah sekolah sasaran bertambah.
Selain itu, lanjut dia, adanya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan swakelola akan memperingan pemerintah untuk membantu sekolah-sekolah yang saat ini dalam kondisi rusak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!