Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Prancis Tuding Intelijen Militer Russia Lancarkan Serangan Siber

📅 Rabu, 30 Apr 2025, 13:25 WIB | Oleh:
Prancis Tuding Intelijen Militer Russia Lancarkan Serangan Siber Doc: AFP
Ket. Dinas intelijen GRU Russia 'telah melakukan serangan siber terhadap Prancis selama beberapa tahun', kata Menlu Prancis Jean-Noel Barrot.

PARIS - Prancis menuduh intelijen militer Russia melancarkan serangan siber, termasuk terhadap organisasi yang terlibat dalam Olimpiade Paris dan kampanye pemilihan pertama Presiden Emmanuel Macron pada tahun 2017.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menyampaikan tuduhan tersebut ke Dewan Keamanan PBB pada Selasa (29/4), menuntut agar Russia, yang utusannya berada di majelis tersebut, segera menghentikan serangan. 

Barrot mengatakan Rusisa menggunakan cabang intelijen militer GRU yang dikenal sebagai "kelompok penyerang APT28". Juga dikenal sebagai Fancy Bear, cabang tersebut telah dikaitkan dengan serangan global termasuk dalam pemilihan umum AS tahun 2016, ketika email kandidat Demokrat Hillary Clinton bocor.

Kementerian Luar Negeri Prancis mengatakan, sejak 2021, APT28 telah menargetkan belasan entitas Prancis di "sektor pertahanan, keuangan, dan ekonomi".

Barrot menghubungkan serangan APT28 yang diperbarui itu dengan dukungan Prancis terhadap Ukraina sejak dimulainya invasi Russia pada Februari 2022.

"Mereka menargetkan belasan entitas Prancis -- layanan publik, perusahaan, organisasi olahraga yang terkait dengan Olimpiade dan Paralimpiade," katanya dalam debat Dewan Keamanan tentang Ukraina. Prancis dan Russia adalah dua dari lima anggota tetap dewan tersebut. 

"Kami mengutuk serangan siber ini sekeras-kerasnya," tambahnya. 

"Mereka tidak layak menjadi anggota tetap Dewan Keamanan dan menentang kerangka kerja yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Oleh karena itu, mereka harus segera berhenti."

Operasi Peretasan Besar-besaran

Utusan Russia untuk PBB tidak mengomentari tuduhan Prancis, melainkan membela tindakan Russia di Ukraina.

Kelompok peretas Russia tersebut dikatakan menargetkan akun email pribadi untuk mengambil data dan pesan, atau mendapatkan akses ke sistem lain.

Pada tahun 2017, peretas menyerang pencalonan presiden pertama Macron, membocorkan ribuan dokumen hanya dalam waktu 24 jam sebelum pemungutan suara.

"Di tengah-tengah pemilihan presiden, APT28 berpartisipasi dalam operasi peretasan besar-besaran" yang bertujuan "untuk menebar keraguan dan memengaruhi opini publik", kata Kemlu Prancis dalam sebuah video yang dibagikan oleh Barrot di X.

"Ribuan dokumen dicuri dan disebarluaskan, dengan harapan dapat memanipulasi pemilih, tetapi manuver itu gagal berdampak nyata pada proses pemilu," kata video kementerian tersebut. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Pemerintah Kota Bogor Buka ...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.