Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bulog Sewa Gudang Tambahan, Serapan Beras Bulan April Capai 1,3 Juta Ton

📅 Rabu, 30 Apr 2025, 10:13 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bulog Sewa Gudang Tambahan, Serapan Beras Bulan April Capai 1,3 Juta Ton Doc: Antara
Ket. Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga April 2025, produksi gabah nasional mencapai 13,9 juta ton

JAKARTA-Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut serapan Bulog kali ini meningkat. Sepanjang bulan April 2025 saja, Perum Bulog berhasil menyerap 1,3 juta ton beras. Ini lebih tinggi dari rata-rata serapan tahunan tujuh tahun terakhir hanya berkisar 1,2 juta ton. 

Mentan Amran mengatakan, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga April 2025, produksi gabah nasional mencapai 13,9 juta ton. Tidak hanya itu, hingga 28 April 2025, Bulog telah menyewa gudang tambahan untuk menampung 1,15 juta ton beras. "Serapan harian Bulog saat ini tercatat sebesar 51.530 ton per hari, sehingga stok beras nasional di gudang Bulog telah mencapai 3.256.428 ton,"sebutnya di Jakarta, Selasa (29/4).

Mentan Amran mengatakan terima kasih yang mendalam kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto atas arahan dan gagasan besarnya dalam mempercepat tercapainya swasembada pangan nasional. 

Melalui serangkaian kebijakan strategis, mulai dari kuota pupuk naik 100 persen, reformasi dalam distribusipupuk hingga harga gabah naik menjadi 6.500 rupiah per kilo gram (kg). Kebijakan ini bukan hanya sebagai langkah taktis menghadapi krisis global, tetapi merupakan strategi jangka panjang membangun kedaulatan nasional berbasis kekuatan domestik.

“Presiden Prabowo memang sangat visioner. Beliau mampu melihat peluang peluang di masa depan. Strategi Pak Presiden kita membuka harapan besar bagi stabilitas harga, penguatan cadangan pangan, dan kesejahteraan petani di tengah tantangan iklim dan pasar global,”kata Mentan.

Capaian ini terangnya merupakan hasil kerja keras semua pihak mulai dari petani, penyuluh, kapolda, kapolres, pangdam, BUMN, Bulog, PIHC dan seluruh pihak yang terlibat lainnya. Ini bukan saja kekuatan koordinasi dan kesiapan sistem logistik pangan nasional saja, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa langkah menuju swasembada pangan Indonesia berada di jalur yang tepat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Antonelli Dituntut Bangkit ...

Warga Antre Panjang untuk Membeli BBM di Medan

55 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Warga Antre Panjang untuk M...
Megapolitan
Perahu Antar Jemput Sekolah...
Porprov NTB 2026: 4.860 Atlet Bersiap Masuk Radar PON 2028

Porprov NTB 2026: 4.860 Atlet Bersiap Masuk Radar PON 2028

16 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.