Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani Didorong Terapkan Pertanian Organik Hewani

📅 Senin, 28 Apr 2025, 02:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Petani Didorong Terapkan Pertanian Organik Hewani Doc: antara
Ket. Intensifikasi Pertanian - Babinsa dan PPL Harus Kawal Serapan Gabah Petani

Karawang - Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono mendorong para petani untuk menerapkan pola pertanian organik hewani karena cukup efektif serta mampu meningkatkan produktivitas dan meringankan biaya produksi.

"Kami telah melakukan uji coba (pertanian organik hewani) yang kemudian dapat diimplementasikan," kata Mardiono, usai panen raya di Kabupaten Karawang, Jabar, Sabtu (26/4).

Seperti dikutip dari Antara, Mardiono menyampaikan, di Indonesia terdapat 17 juta petani yang mengalami keterbatasan lahan. Sehingga perlu dikelompokkan agar dapat menerapkan pola pertanian organik hewani. 

Dalam penerapan pola pertanian organik hewani, katanya, itu sudah ada rumus, yakni 1 hektare sawah itu minimal membutuhkan dua ekor sapi. Jadi jika satu kelompok terdapat 15 hektare, maka dibutuhkan 30 ekor sapi untuk memproduksi pupuk organik. 

Menurut dia, dalam prosesnya, pupuk atau kotoran hewan yang berasal dari kandang sapi itu tidak langsung digunakan. Namun harus difermentasi. Sehingga di sekitar kandang harus ada kolam. 

Kolam itu berfungsi untuk menampung pupuk cair yang berasal dari kandang sapi. Sehingga saat diperlukan waktu pemupukan, bisa langsung dialirkan ke areal sawah, sesuai dengan kebutuhan jumlah areal sawah. 

Proses pemupukan dengan menggunakan organik hewani, atau memanfaatkan kotoran sapi dan domba, itu telah diterapkan Darmono, salah seorang petani di wilayah Tirtamulya, Kabupaten Karawang, Jabar selama bertahun-tahun.

Ia menyebutkan, pola pertanian organik hewani ini dalam prosesnya akan terintegrasi antara sistem peternakan dengan pertanian. 

Dengan menerapkan pola pertanian organik hewani, maka biaya produksi akan ringan, produksi atau panen padi meningkat, dan kondisi tanah sawah menjadi subur. Bahkan serangan hama cukup minim jika menerapkan pola pertanian organik hewani.

Darmono, petani yang menerapkan pola pertanian organik hewani, mengaku telah menerapkan pola pertanian organik hewani sejak tahun 1993.

Untuk hasil panen rata-rata di atas 6 ton gabah per hektare. Tapi panen tertinggi yang pernah dicapai saat beberapa tahun lalu, pernah tembus 21 ton gabah per hektare.

Sedangkan biaya produksinya bisa ditekan hingga di bawah 50 persen. Normalnya, biaya produksi atau pengolahan areal sawah hingga panen itu membutuhkan biaya sekitar Rp10 juta. 

Namun dengan menggunakan pola pertanian organik hewani, Darmono menyebutkan hanya mengeluarkan biaya produksi kurang dari Rp5 juta.

Ketahanan Pangan

Pada kesempatan terpisah, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menilai sinergi antara Babinsa dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) sangat efektif dalam mengawal serapan gabah petani sehingga mendukung ketahanan pangan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Gunung Piramid Disisir untuk Mencari Dua Pendaki yang Hilang

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Gunung Piramid Disisir untu...

Turnamen Cincinnati Open akan Diwarnai Duet Dua Williams

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Turnamen Cincinnati Open ak...

Gelar Mubadala Milik Taylor Fritz

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gelar Mubadala Milik Taylor...
Megapolitan
Obat Keras Daftar G Sebanya...

Harga Cabai Rawit Rp61.450/Kg, Telur Ayam Rp31.800/Kg

44 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp61.450/...

Harga Telur di Tingkat Pengecer di Kabupaten Lebak Turun

50 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Telur di Tingkat Peng...

55 Kecamatan di Banten Krisis Air, Polda Kirim Bantuan

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
55 Kecamatan di Banten Kris...

4 Tempat Usaha Don Ritto Mulai Disisir Petugas Kejagung

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
4 Tempat Usaha Don Ritto Mu...
Daerah
ASN Yang Segera Memasuki Ma...

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

04 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.