Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OJK Bakal Wajibkan LKNB Cantumkan Target Pembiayaan UMKM di Rencana Bisnis

📅 Senin, 28 Apr 2025, 19:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
OJK Bakal Wajibkan LKNB Cantumkan Target Pembiayaan UMKM di Rencana Bisnis Doc: ANTARA/HO-Pemkab Pamekasan.
Ket. Dokumen kegiatan bazar UMKM yang digelar Pemkab Pamekasan Jawa Timur.

JAKARTA – Lembaga Keuangan Non-Bank (LKNB) berperan dalam menghimpun dana dari masyarakat, baik melalui simpanan, investasi, atau bentuk lain. Dana yang dihimpun kemudian disalurkan dalam bentuk investasi atau pembiayaan, misalnya melalui penjualan saham, obligasi, pembiayaan, atau asuransi.

LKBB, seperti perusahaan sekuritas, berperan dalam mendorong perkembangan pasar modal dengan membantu perusahaan-perusahaan dalam menawarkan saham dan obligasi kepada masyarakat. LKBB sering kali menyediakan layanan keuangan yang lebih terfokus dan spesifik, seperti layanan asuransi, pembiayaan, atau pengelolaan dana pensiun.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyusun Rancangan Peraturan OJK Akses Pembiayaan kepada UMKM (RPOJK UMKM) yang mewajibkan Lembaga Keuangan Non-Bank (LKNB) untuk mencantumkan target penyaluran pembiayaan kepada UMKM dalam rencana bisnis perusahaan setiap tahunnya.

"Pada sektor perbankan, rencana pembiayaan kepada UMKM telah diatur dalam POJK (Nomor 5/POJK.03/2016 tentang) Rencana Bisnis Bank. Namun, hal ini belum diatur untuk sektor LKNB," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, di Jakarta, Senin (28/4).

Pada tahun ini, target penyaluran kredit UMKM telah dicantumkan dalam rencana bisnis setiap bank yang pencapaiannya akan dievaluasi secara berkala oleh OJK bersama pihak bank masing-masing.

Merujuk rencana bisnis yang telah disampaikan kepada OJK, target pertumbuhan kredit UMKM pada 2025 berkisar 9 persen. Sementara itu, pemerintah menargetkan penyaluran kredit UMKM meningkat sebesar 30 persen.

"Jadi, di rencana bisnis bank itu sudah setiap bank itu (menyampaikan) akan mencapai target (penyaluran pembiayaan) berapa persen mereka sanggupnya gitu. Nah, nanti secara agregat, kami bisa ukur apakah (rasio penyaluran pembiayaan UMKM) kita sampai pada 30 persen secara total," kata Dian Ediana Rae.

Dengan begitu, ia menyatakan bahwa RPOJK UMKM tidak hanya berperan sebagai regulasi yang mendorong penyaluran pembiayaan UMKM, tapi juga mendukung pengawasan OJK terhadap kinerja lembaga jasa keuangan.

Ia menuturkan bahwa rencana penyaluran pembiayaan UMKM tersebut harus memuat target nominal dan rasio total pembiayaan kepada UMKM, serta sektor tujuan penyaluran.

Dian menyampaikan bahwa terdapat sejumlah tantangan untuk meningkatkan rasio penyaluran kredit kepada UMKM, terutama kesenjangan penetrasi pembiayaan antara satu lembaga keuangan dengan lembaga keuangan lainnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, dalam RPOJK UMKM pihaknya juga mendorong pembentukan satuan kerja khusus untuk melakukan analisis dan pengolahan data hingga business matching, pelatihan untuk meningkatkan kapasitas para agen pendamping dan pelaku UMKM, serta pengembangan teknologi informasi yang dapat mendukung penetrasi pembiayaan kepada UMKM.

Dian mengatakan bahwa jika nantinya RPOJK Akses Pembiayaan kepada UMKM telah disahkan, bank maupun LKNB yang melanggar ketentuan dalam peraturan tersebut bisa mendapatkan sanksi keras hingga penurunan tingkat kesehatan lembaga.

"Dalam hal bank atau LKNB setelah dikenai sanksi administrasi teguran tertulis atau peringatan tertulis dan tetap melanggar, kemudian dikenai sanksi administrasi berupa larangan untuk menerbitkan produk atau melaksanakan aktivitas baru, pembatasan kegiatan usaha, pembekuan kegiatan usaha tertentu, dan/atau penurunan hasil penilaian tingkat kesehatan," katanya pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Indonesia Tertinggal 0-2 dari Tiongkok

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Tertinggal 0-2 da...
Olahraga
Atlet Angkat Besi Saatnya U...
Advertisement
Pascabanjir Arosuka, Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal

Pascabanjir Arosuka, Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.