Mahasiswa Bentuk Posko Pengaduan Sekolah Rakyat
📅 Senin, 28 Apr 2025, 19:28 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: Istimewa
JAKARTA - Kelompok Mahasiswa yang diwakili Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN-LMND) membentuk Posko Pengaduan Nasional. Posko tersebut memiliki fokus utama mendukung penguatan Sekolah Rakyat sebagai alternatif pendidikan rakyat.
"LMND menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan rakyat berbasis gerakan sosial," ujar Kordinator Umum Posko Pengaduan Nasional, Julfikar Hasan, dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/4).
Dia mengatakan bahwa pembangunan Posko Pengaduan ini tidak hanya untuk mengadukan masalah pendidikan. Menurutunya, posko tersebut sebagai bagian dari upaya nyata memperkuat pendidikan alternatif melalui Sekolah Rakyat.
Julfikar juga menyoroti bahwa liberalisasi dan komersialisasi pendidikan nasional telah mendorong banyak mahasiswa, termasuk anggota LMND sendiri, dalam kesulitan ekonomi berat. Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi jawaban untuk memperjuangkan hak pendidikan bagi semua, tanpa diskriminasi ekonomi.
"Melalui posko-posko ini, kami akan mendukung terbentuknya lebih banyak Sekolah Rakyat di kampus-kampus dan komunitas, sebagai solusi terhadap pendidikan mahal dan eksklusif," jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketua Umum LMND, Syamsudin Saman, juga menegaskan bahwa pendidikan harus kembali menjadi hak rakyat, bukan barang dagangan. Dia menekankan pentingnya membangun pendidikan berbasis kemandirian nasional melalui dukungan terhadap Sekolah Rakyat dan industrialisasi nasional.
"Penguatan Sekolah Rakyat adalah bagian dari jalan panjang menuju Indonesia yang berdaulat dalam pendidikan dan ekonomi," katanya.
Selain itu, kata dia, LMND menyerukan pentingnya memperkuat persatuan nasional dan membangun gerakan rakyat yang sadar dan aktif sebagai subjek pembangunan. Menurutnya, rakyat bukan objek dari sistem yang liberal dan eksploitatif.
Sebaiknya Anda baca juga:
"LMND bertekad untuk terus memperluas dukungan terhadap Sekolah Rakyat sebagai pilar pendidikan alternatif, sekaligus mendorong industrialisasi nasional untuk membangun ekonomi rakyat yang mandiri dan berkeadilan," ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!