Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masalah Mata Kering Bisa Dipicu Hormon Selama Menopause

📅 Minggu, 27 Apr 2025, 19:19 WIB | Oleh:
Masalah Mata Kering Bisa Dipicu Hormon Selama Menopause Doc: ANTARA/HO-Panuwat Dangsungnoen dari iStockphoto.
Ket. ilustrasi pemeriksaan mata

JAKARTA - Masalah mata kering yang dialami perempuan bisa dipicu oleh fluktuasi hormon selama menopause.

Dikutip dari The Hindustan Times pada Jumat (25/4), Dr. Savitha Arun, direktur, pengawas medis, dan konsultan senior, segmen anterior dan elektrofisiologi, Rumah Sakit Mata Super Spesialis Nethradhama, Bangalore mengatakan perubahan hormon selama menopause secara signifikan berdampak pada kesehatan mata, terutama karena berkurangnya kadar estrogen dan androgen.

"Pergeseran hormon ini mengakibatkan penurunan produksi air mata, yang menyebabkan pada gejala mata kering seperti iritasi, kemerahan, sensasi berpasir, dan kelelahan mata," katanya.

Ia menjelaskan kondisi mata yang paling umum terjadi adalah mata kering. Meskipun glaukoma dan degenerasi makula terkait usia (AMD) dapat terjadi, namun keduanya tidak semata-mata disebabkan oleh menopause.

"Kondisi ini sering kali terkait dengan stres oksidatif dan faktor terkait usia lainnya. Fluktuasi hormon dapat menyebabkan kondisi ini, tetapi bukan satu-satunya penyebab. Namun, mata kering sangat umum diperburuk oleh perubahan hormon menopause,” jelas Dr. Savitha Arun.

Ia menyampaikan mata kering biasanya merupakan kombinasi berbagai faktor, termasuk perubahan hormon, diabetes, kondisi lingkungan (seperti udara kering atau terlalu lama menonton layar).

Ada sistem penilaian untuk menilai tingkat keparahannya (ringan, sedang, berat), tetapi mengidentifikasi penyebab tunggal, seperti hormon, secara klinis merupakan tantangan, karena banyak faktor termasuk gaya hidup, diabetes, dan paparan lingkungan berkontribusi terhadap kondisi tersebut.

Fluktuasi hormonal selama menopause dapat menyebabkan glaukoma. Fluktuasi estrogen memengaruhi berbagai jaringan mata. Kadar estrogen yang menurun dapat meningkatkan stres oksidatif pada mata, yang berpotensi mempercepat perkembangan katarak.

"Estrogen juga dapat memengaruhi tekanan intraokular melalui perannya dalam badan siliaris, yang berimplikasi pada risiko glaukoma," tambah dokter spesialis mata tersebut.

Adapun sebagai upaya pencegahan hal tersebut, bisa melakukan beberapa kiat seperti pertahankan gaya hidup sehat, termasuk diet seimbang yang kaya antioksidan, dan kelola kondisi yang mendasari seperti diabetes dan obesitas.

Selain itu, pertimbangkan perawatan seperti Intense Pulsed Light (IPL) untuk mata kering kronis dan gunakan suplemen yang diresepkan seperti Vitamin D, asam lemak Omega-3, dan antioksidan.

"Ikuti aturan 20-20-20 untuk mengurangi ketegangan mata akibat waktu menonton layar. Gunakan kacamata pelindung saat dibutuhkan," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Harga Cabai Rawit Rp105.300/Kg, Telur Ayam Rp29.700/Kg

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp105.300...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.