Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

40 Orang Tewas akibat Serangan Buaya, DLHK Babel Bentuk Tim Tangani Konflik Buaya dengan Manusia

📅 Minggu, 27 Apr 2025, 13:30 WIB | Oleh:
40 Orang Tewas akibat Serangan Buaya, DLHK Babel Bentuk Tim Tangani Konflik Buaya dengan Manusia Doc: antara foto
Ket. Tim SAR evakuasi korban serangan buaya di Babel.

PANGKALPINANG - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) membentuk tim khusus untuk menangani konflik antara buaya dengan manusia yang mengalami peningkatan akibat kerusakan lingkungan di daerah itu.

“Kita sudah membentuk tim untuk penanganan kasus serangan buaya,” kata Plh Kepala DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Edi Kurniadi di Pangkalpinang, Minggu (27/4).

Ia mengakui kasus masyarakat diserang buaya dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan, karena kondisi lingkungan dan habitat buaya yang mengalami kerusakan akibat penambangan bijih timah ilegal, alih fungsi lahan, dan lainnya.

“Konflik manusia dengan buaya yang meningkat ini karena ekosistem sudah tidak baik untuk habitat buaya ini,” katanya.

Ia bersyukur peran serta organisasi lingkungan, masyarakat dan PT Timah Tbk ikut membantu pemerintah daerah dalam menekan konflik antara manusia dengan buaya ini.

“Alhamdulillah, PT Timah ikut membantu penanganan buaya berkonflik ini dengan menyediakan tempat penangkaran buaya, namun demikian perlu perhatian bersama untuk menekan dan menangani buaya-buaya yang berkonflik ini," katanya.

Anggota Tim Garda Animilia Universitas Muhammadiyah Babel Bayu Nanda mengatakan dalam lima tahun terakhir ini tercatat 154 kasus konflik antara buaya dan manusia, dengan rincian 48 penangkapan buaya, 66 serangan buaya nonfatal, dan 40 serangan yang mengakibatkan korban tewas.

Kasus konflik dengan buaya tersebut tersebar di Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung, Belitung Timur, dan Kota Pangkalpinang.

"Angka kasus konflik buaya dan manusia itu hanya yang terdata dan terekspos di media massa, sementara yang tidak terdata masih banyak sekali," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.