Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bagaimana Mengubah ‘Eco-anxiety’ Menjadi Aksi untuk Bumi?

📅 Sabtu, 26 Apr 2025, 13:38 WIB | Oleh: Tim Penulis

Pendekatan ini pernah saya lakukan saat mengajar di Universitas Gadjah Mada (UGM). Saya menyelaraskan praktikum teknik lingkungan (identifikasi sumber pencemaran dan analisis perencanaan saluran sungai) dengan program kegiatan mahasiswa seperti aksi bersih sungai. Dengan demikian, mahasiswa bisa belajar sambil berkontribusi nyata terhadap lingkungan.

Atau kampus juga bisa berkolaborasi dengan mitra untuk mengampanyekan program-program pro-lingkungan, seperti pengurangan penggunaan plastik sekali pakai yang dilakukan di kantin kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI).


  • Medsos

Media sosial juga bisa mendorong perubahan dengan menyajikan narasi dan storytelling untuk mendorong perubahan sosial.

Contoh akun pegiat lingkungan yang berpengaruh adalah @pandawaragroup dan @aeshnina. Pandawara menggugah kesadaran publik dengan membersihkan sungai yang kotor.

Sementara Nina, mengadvokasi perubahan ke pemerintah lokal, pusat, bahkan hingga ke tingkat internasional, seperti saat berbicara di forum UNFCC COP26 pada 2021 dan Global Plastic Treaty Negotiation pada akhir 2024.

Beberapa waktu lalu, Pandawara juga diundang berdiskusi bersama presiden untuk membahas solusi masalah sampah di Indonesia. Meski belum ada tindak lanjut konkret, ini membuktikan bahwa konsistensi kampanye lingkungan bisa berdampak besar.

Rasa cemas tidak akan mengubah apa-apa. Kalau kamu belum bisa melakukan aksi-aksi besar, enggak apa-apa kok! Kamu bisa memulai dari langkah sederhana, seperti menyebar konten-konten aksi lingkungan lewat medsos kamu atau mengubah perilaku jadi ramah lingkungan.

Selamat Hari Bumi! Jadi, kapan kamu memulai aksimu?The Conversation

Rian Mantasa Salve Prastica, PhD candidate studying urban water engineering, Environmental Engineering research group, School of Civil Engineering, The University of Queensland dan Snezana Swasti Brodjonegoro, PhD Candidate, The University of Queensland

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.