Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wali Kota Agustina Tegaskan Komitmen soal Transparansi, Pastikan Tidak Ada Lagi Iuran “Kebersamaan” di Pemkot Semarang

📅 Jumat, 25 Apr 2025, 16:10 WIB | Oleh:
Wali Kota Agustina Tegaskan Komitmen soal Transparansi, Pastikan Tidak Ada Lagi Iuran “Kebersamaan” di Pemkot Semarang Doc: koran jakarta/henri pelupessy
Ket. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyatakan komitmennya untuk mengusut tuntas isu iuran kebersamaan yang mencuat dalam kasus dugaan korupsi mantan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu alias Mbak Ita.

Isu ini mencuat usai munculnya dakwaan dalam proses hukum yang sedang berjalan, menyebut adanya iuran yang disebut-sebut sebagai tradisi di lingkungan Pemerintah Kota Semarang.

Sebagai pemimpin baru yang baru dua bulan menjabat, Agustina mengaku belum menerima laporan resmi atau data konkret terkait praktik iuran tersebut. Namun, ia memastikan akan melakukan pengecekan menyeluruh.

“Saya belum melihat adanya tradisi iuran seperti itu. Tapi kalau memang pernah ada, saya harap sudah tidak berjalan lagi. Saya akan pastikan langsung ke dinas-dinas terkait,” ujarnya, di Kota Semarang, Jawa Tengah Jumat (25/4).

Dalam keterangannya, Agustina menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam praktik pemerintahan.

Ia menyatakan bahwa jika iuran memang dilakukan, maka seharusnya ditujukan untuk kegiatan sosial yang berdampak langsung pada masyarakat, bukan untuk kepentingan pejabat.

“Kalau ada iuran internal untuk kegiatan sosial seperti bakti sosial, gerakan orang tua asuh, atau bantuan permodalan, itu masih bisa diterima selama bersifat sukarela, dikelola dengan tanggung jawab, dan diperuntukkan bagi masyarakat,” katanya.

Yang menjadi sorotan, lanjutnya, adalah iuran yang justru diberikan kepada pejabat, termasuk wali kota, sebagaimana disebutkan dalam dakwaan kasus yang menjerat Mbak Ita.

Praktik semacam itu, menurutnya, tidak etis dan berpotensi melanggar hukum.“Iuran kepada pejabat, itu yang keliru. Iuran harusnya diberikan ke masyarakat, bukan ke atas. Prinsipnya harus dari pejabat untuk rakyat, bukan sebaliknya,” tegas Agustina.

Sebagai upaya pencegahan, Agustina mengimbau seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan elemen masyarakat yang mengetahui adanya penyimpangan serupa untuk tidak ragu melaporkan.

Ia menegaskan, laporan dari masyarakat sangat penting dalam menjaga integritas pemerintahan.

“Kalau memang ada praktik yang menyimpang, saya minta untuk dilaporkan. Ini bukan hanya soal penegakan hukum, tapi juga untuk melindungi kita semua dari risiko yang lebih besar di kemudian hari,” pungkasnya.

Langkah cepat Agustina ini dinilai sebagai sinyal kuat untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap pemerintahan kota.

Di tengah proses hukum yang tengah berjalan, ia berusaha menunjukkan bahwa Pemkot Semarang tak akan mentolerir praktik-praktik yang menyimpang dari nilai-nilai tata kelola yang bersih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Nasional
Permudah Akses WLKP, Kemnak...
Advertisement
Dampak Karhutla, Gangguan Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

Dampak Karhutla, Gangguan Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.