Edward Chamdani: Gerakan Belarasa Bisa Jadi Model ESG dan CSR Baru yang Berdampak Nyata
📅 Jumat, 25 Apr 2025, 05:30 WIB | Oleh: Eko S
Dukungan sosial: sewa tempat, media promosi, ongkos jahit
Edward menekankan bahwa kedua program tersebut bukan sekadar "proyek bantuan", melainkan ekosistem pemberdayaan. “Kami tidak datang membawa solusi dari luar. Kami mengangkat kekuatan lokal, dan itu sangat cocok dengan semangat subsidiaritas yang kini juga diterapkan dalam pendekatan ESG modern,” jelasnya.
Ia juga mengajak perusahaan untuk tidak hanya menjadi sponsor, tetapi mitra yang ikut membangun. “Platform seperti Belarasa ini bisa menjadi living lab kolaborasi sosial lintas iman dan lintas sektor. Perusahaan bisa mendapatkan dampak sosial nyata sekaligus penguatan reputasi dan jaringan.”
Selain pameran sosial, Gerakan Belarasa akan menampilkan pertunjukan teater, pemutaran film dokumenter, dan dialog tokoh lintas agama seperti Ignatius Kardinal Suharyo, Dr. Sukidi Mulyadi, Frans Magnis Suseno, dan Ayu Utami. Di akhir acara, akan diadakan sesi penandatanganan komitmen bersama, termasuk dari mitra swasta dan komunitas.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Gerakan Belarasa bukan gerakan Katolik semata. Ini gerakan kemanusiaan. Dan perusahaan yang ingin terlibat dalam perubahan sosial, punya tempat di sini,” pungkas Edward.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!