Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menag Kenalkan Konsep Trilogi Kerukunan Jilid II antara Manusia dan Alam Sementa

📅 Kamis, 24 Apr 2025, 13:13 WIB | Oleh:
Menag Kenalkan Konsep Trilogi Kerukunan Jilid II antara Manusia dan Alam Sementa Doc: antara foto
Ket. Menag Nasaruddin Umar saat memberikan sambutan dalam Silaturahim Nasional Ormas-Ormas Islam dan Halal Bihalal Idul Fitri 1446 Hijriah Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Asrama Haji Jakarta, Kamis (24/4).

JAKARTA - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar memperkenalkan konsep trilogi kerukunan jilid dua (II) yang menyoroti pentingnya kerukunan antara manusia dan lingkungan alam semesta.

“Trilogi ini ialah kerukunan antara sesama umat manusia, kerukunan antara umat manusia dan lingkungan alam semesta, dan kerukunan antara umat manusia dan lingkungan alam semesta untuk tunduk pada Tuhan Yang Maha Esa,” ucap Menag saat memberikan sambutan dalam Silaturahim Nasional Ormas-Ormas Islam dan Halal Bihalal Idul Fitri 1446 Hijriah Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Asrama Haji Jakarta, Kamis (24/4).

Lebih lanjut, Menag menjelaskan bahwa konsep trilogi kerukunan jilid II merupakan lanjutan dari trilogi kerukunan yang meliputi kerukunan internal umat beragama, antara umat beragama, dan antara umat beragama dengan pemerintah.

Menurut dia, sudah saatnya bangsa Indonesia meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Ia memandang dalam menghadapi tantangan zaman pada saat ini yang senantiasa berkembang, diperlukan penguatan dimensi spiritual dan ekologis, yang kemudian menjadi landasan utama dari trilogi kerukunan jilid dua itu.

Dia mengingatkan seluruh masyarakat bahwa lingkungan bukan sekadar objek eksploitasi, melainkan juga bagian dari makhluk ciptaan Tuhan yang turut bertasbih dan memiliki peran dalam keseimbangan kehidupan di bumi ini.

Sebelumnya, Kementerian Agama memperkenalkan gerakan ekoteologi nasional yang merupakan kajian teologis yang membahas hubungan antara agama dan lingkungan, atau teologi lingkungan.

Kementerian Agama akan menjadikan masjid, rumah ibadah, Kantor Urusan Agama (KUA), hingga lembaga pendidikan keagamaan sebagai motor gerakan ekoteologi nasional. “Kita melibatkan rumah ibadah dalam gerakan ini. Kita harap upaya ini berkontribusi dalam pelestarian lingkungan dan mencegah kerusakan iklim,” ujar Menag.

Penguatan ekoteologi menjadi satu dari delapan (asta) program prioritas Kementerian Agama yang tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 244 Tahun 2025 tentang Program Prioritas Menteri Agama Tahun 2025-2029.

Sebagai tindak lanjut, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama juga telah menerbitkan edaran No. 182 Tahun 2025 tentang Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa dalam rangka peringatan Hari Bumi ke-55.

Gerakan ekoteologi ini juga melibatkan kerja sama lintas kementerian, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk penyediaan bibit pohon, serta dukungan dari pemerintah daerah dan kelompok tani dalam pelaksanaan di lapangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Pemerintah Kabupaten Bangka...
Megapolitan
Bayar Pajak Kendaraan di Be...
Megapolitan
Jembatan Donat Dukuh Atas I...
Megapolitan
Meriah! Pengunjung Padati "...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Rekomendasi Acara Akhir Pekan, Ada Kumpul Bocah di TMII dan Malam Puncak HUT Jakarta di Bundaran HI

Rekomendasi Acara Akhir Pekan, Ada Kumpul Bocah di TMII dan Malam Puncak HUT Jakarta di Bundaran HI

27 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.