Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Program Cepak Mengedukasi 5.637 Siswa SMP Lamongan soal Bahaya Kawin Dini

📅 Selasa, 22 Apr 2025, 19:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Program Cepak Mengedukasi 5.637 Siswa SMP Lamongan soal Bahaya Kawin Dini Doc: ANTARA
Ket. Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Anis Yuhronur Efendi, beserta jajaran saat mengikuti verifikasi lapangan secara daring bersama Kemen PPPA dan KPAI, di Lamongan, Selasa, (22/4/2025).

LAMONGAN – Program Cegah Perkawinan Anak (Cepak) yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur, memberikan edukasi kepada 5.637 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) terkait bahaya pernikahan dini.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Lamongan, Anis Yuhronur Efendi, mengatakan program edukasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman tentang bahaya perkawinan usia anak dini dari berbagai aspek.

“Materi yang diberikan meliputi kesehatan reproduksi, risiko pernikahan dini, dan bahaya seks bebas," katanya usai verifikasi lapangan yang dilakukan secara daring oleh Tim Verifikasi Kabupaten atau Kota Layak Anak (KLA) di Lamongan, Selasa(22/4).

Anis mengatakan Program Cepak yang rutin dilaksanakan selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) agar siswa SMP mewaspadai, sekaligus memahami dampak perkawinan usia dini, baik dari sisi kesehatan maupun agama.

Ia berharap program itu mampu menjadi langkah bagi pemerintah daerah (pemda) setempat untuk mencegah minat perkawinan usia muda pada para siswa sedini mungkin. "Ini bagian dari upaya pencegahan sejak remaja,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ai Maryati Solihah, mengatakan upaya Pemkab Lamongan dalam mengedukasi ribuan pelajar tersebut berbasis data.

Ia menyebutkan sebanyak 70 persen indikator penilaian KLA fokus pada aspek pencegahan, sehingga langkah yang dilakukan Pemkab Lamongan sangat relevan. "Data kecil seperti ini bisa menjadi acuan untuk program, regulasi, dan inovasi,” kata Ai Maryati.

Ai Maryati menjelaskan dalam hal ini sangat penting adanya pendekatan by name by address agar intervensi terhadap masalah anak lebih tepat sasaran.

Terlebih, melalui pendekatan by name by address dapat diketahui profil anak, termasuk latar belakang keluarga, status hukum orang tua, hingga potensi risiko lainnya. "Profil anak sangat penting. Data ini lah yang menjadi dasar mitigasi,” ujarnya.

Ia pun mendorong adanya keterlibatan lintas sektor di seluruh lingkungan Pemkab Lamongan untuk menciptakan lingkungan yang ramah anak.

Sejalan dengan hal itu Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan komitmen pemda dalam menjaga kesehatan dan perlindungan anak yang telah dilakukan melalui berbagai program.

Selain Program Cepak, salah satu inovasi Pemkab Lamongan adalah Program 1-10-100 yang mampu menurunkan angka stunting dari 27 persen menjadi sembilan persen hanya dalam kurun waktu satu tahun.

Yuhronur menambahkan Program 1-10-100 melibatkan satu orang tua asuh yang mendampingi 10 anak asuh untuk diberikan makanan bergizi selama 100 hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.