Akses Lingkar Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor Dinamai Jalan Ipik Gandamana
📅 Selasa, 22 Apr 2025, 12:52 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
KABUPATEN BOGOR - Bupati Bogor Rudy Susmanto resmi menamai jalan akses di lingkar Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, sebagai Jalan Ipik Gandamana yang diambil dari nama Bupati Bogor pertama.
Rudy menjelaskan, penamaan Jalan Ipik Gandamana ini sebagai penghormatan terhadap jasa-jasa Bupati Bogor pertama yang telah mengabdi selama tahun 1948–1949.
Ia bahkan mengundang perwakilan dari keluarga Ipik Gandamana untuk menyaksikan peresmian yang ditandai dengan pemasangan papan nama jalan.
Pemberian nama Jalan Ipik Gandamana ini melanjutkan penamaan jalan yang sudah dilakukan oleh pendahulunya terhadap jalan penghubung GOR Pakansari - Jalan Tegar Beriman yang dinamai Kolonel Edy Yoso Martadipura, yakni Bupati Bogor ke-9.
"Dari jalan Tegar Beriman menuju Pakansari, nama jalannya Jalan Edy Yoso. Kalau sudah ada nama Jalan Edy Yoso, maka kita berikan penghormatan kepada bupati pertama kita Jalan Ipik Gandamana," jelas Rudy saat peresmian jalan di Pakansari, Selasa (22/4).
Sebaiknya Anda baca juga:
Rudy juga menamai tiga ruas jalan lainnya di Kabupaten Bogor, yakni penghubung Stadion Pakansari - lampu merah Kandang Roda sebagai Jalan Jenderal Sudirman. Kemudian, penghubung lampu merah Kandang Roda - Tugu Pancakarsa sebagai Jalan Soekarno Hatta.
Satu ruas jalan lainnya yang diberi nama berlokasi di wilayah selatan Kabupaten Bogor, yakni akses penghubung Ciawi-Gadog sebagai Jalan Jenderal Hoegeng, yang proses penamaanya berasal dari usulan Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro.
"Nama jalannya Jalan Jenderal Hoegeng dan kebetulan itu dipersembahkan oleh Kapolres Bogor untuk pimpinan beliau yang menjadi sejarah Polri yang memiliki citra yang cukup positif," kata Rudy.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penamaan empat ruas jalan ini menjadi langkah awal dari program penamaan jalan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Rudy menekankan pentingnya menghormati jasa para pahlawan bangsa dengan cara mengabadikan nama-nama mereka dalam ruang publik, termasuk penamaan jalan.
“Kita sebagai masyarakat Indonesia harus menghormati jasa para pejuang yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan. Hari ini kita tinggal mengenang dan menghormati perjuangan mereka, salah satunya dengan memberikan nama jalan atas nama para tokoh nasional dan daerah,” ujar Rudy.
Proses penamaan ini dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu pelayanan administratif masyarakat.
“Walaupun nama jalan sudah kita resmikan hari ini, perubahan administratif tidak serta merta langsung diberlakukan 100 persen. Kita berikan waktu transisi agar masyarakat bisa menyesuaikan,” terangnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!