Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov DKI Siap Kirim Pelajar SMK ke Malaysia

📅 Senin, 21 Apr 2025, 17:55 WIB | Oleh:
Pemprov DKI Siap Kirim Pelajar SMK ke Malaysia Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Ket. Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta Rano Karno bersama Deputy Prime Minister and Minister of Rural and Regional Development Malaysia Dato' Seri Ahmad Zahid Hamidi (tengah).

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap mengirimkan pelajar SMK untuk melanjutkan studi ke Universiti Kuala Lumpur (UniKL) melalui sebuah program kerja sama yang tujuannya untuk mendukung Jakarta menuju kota global.

"Proses kerja sama sudah hampir satu tahun. Kami berencana mengirim pelajar-pelajar kami ke KL (Kuala Lumpur), mungkin lebih dari 150 orang," ujar Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta Rano Karno di Jakarta, Senin.

Rano saat menghadiri acara "Penandatanganan Letter Of Intent (LoI/kesepakatan tertulis) antara UniKL dan Malaysia Education Global Services (MEGS) dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta" mengatakan, sumber daya manusia yang berkualitas dan terampil menjadi bagian untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global.

Adapun terkait SDM, Pemprov DKI sudah melakukan upaya salah satunya memberikan beasiswa pada siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga menengah atas serta mahasiswa melalui program bantuan sosial Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

"Jumlahnya hampir 700 ribu orang (penerima manfaat KJP Plus). Untuk universitas kami memberikan 15 ribu beasiswa, tetapi semua untuk kuliah di Jakarta," kata Rano.

Kepala Biro Kerja Sama Daerah Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi mengemukakan, kesepakatan dengan Malaysia tak semata ditujukan untuk pelajar SMK, melainkan juga guru dan kepala sekolah.

Khusus untuk pelajar SMK, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ingin agar mereka bisa menempuh pendidikan vokasi di universitas dan diterima kerja di Malaysia.

"Polanya seperti apa? Ada yang biaya sendiri dengan diskon khusus. Itu akan sangat murah dibandingkan kita berangkatkan ke Eropa," katanya.

Lalu yang kedua, pola beasiswa. "Mereka (Malaysia) juga menyiapkan beasiswa untuk anak-anak yang akan berangkat ke sana," ujar dia.

Dewi menyampaikan, berbeda dengan di Eropa, pelajar dari Indonesia khususnya Jakarta yang akan belajar di perguruan tinggi Malaysia nantinya tak perlu lagi mengikuti program penyetaraan selama setahun.

"Mereka (pelajar dari Indonesia) bisa langsung (belajar di universitas) tanpa harus mengulang lagi beberapa mata pelajaran sehingga lebih hemat waktu," ujar dia.

Dia menambahkan, kesepakatan yang resmi ditandatangani hari ini akan ditindaklanjuti dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU/nota kesepakatan) dengan pihak Malaysia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
Menuju MotoGP Mandalika 202...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Advertisement
Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.