Luar Biasa! Tiongkok Bangun Konstelasi Tiga Satelit di Ruang Angkasa Bumi-Bulan
📅 Rabu, 16 Apr 2025, 18:55 WIB | Oleh: Tim PenulisPencapaian ini menyoroti fleksibilitas dan kemampuan adaptasi tim satelit dalam misi-misi yang kompleks, serta membuka jalan untuk eksplorasi antariksa dalam berbiaya rendah, ujar Zhang Jun, insinyur senior di Akademi Inovasi Mikrosatelit di bawah naungan CAS.
Wang Qiang, wakil direktur CSU, mengatakan setelah jaringan konstelasi berhasil dibangun, serangkaian eksperimen ilmiah dan teknologi mutakhir telah dilakukan, yang mendorong penelitian di ruang angkasa Bumi-Bulan.
Pada 2017, tim peneliti CSU memulai studi tentang DRO di ruang angkasa Bumi-Bulan serta mengatasi tantangan teknologi utama, serta mengusulkan konsep pelabuhan antariksa yang berbasis di DRO. Pada Februari 2022, CAS meluncurkan sebuah rencana untuk membangun konstelasi tiga satelit berbasis di DRO di ruang angkasa Bumi-Bulan.
Proyek tersebut menjadi proyek pertama di dunia yang meluncurkan wahana antariksa untuk memasuki DRO dengan konsumsi energi yang rendah. Dengan desain yang inovatif, tim tersebut merampungkan transfer Bulan dan memasuki DRO dengan hanya menggunakan seperlima dari bahan bakar yang biasanya dibutuhkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terobosan ini secara signifikan memangkas biaya untuk masuk ke ruang angkasa Bumi-Bulan, dan membuka jalan bagi eksplorasi ruang angkasa Bumi-Bulan skala besar, papar Zhang Jun.
Selain itu, proyek tersebut memvalidasi jaringan pengukuran dan komunikasi gelombang mikro pita K antara satelit dan Bumi pada jarak 1,17 juta kilometer, menjadi terobosan teknologi utama untuk pembangunan konstelasi berskala besar di ruang angkasa Bumi-Bulan, tutur Zhang.
Guna mengatasi berbagai tantangan, seperti rendahnya presisi pelacakan dan kontrol berbasis di Bumi, serta tingginya biaya dan rendahnya efisiensi misi eksplorasi Bulan dan antariksa dalam, tim peneliti memelopori sistem penentuan orbit satelit ke satelit (satellite to satellite) yang berbasis di ruang angkasa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan menggunakan data pengukuran antarsatelit di orbit selama tiga jam, tim tersebut mencapai tingkat presisi penentuan orbit yang biasanya memerlukan waktu dua hari dengan pelacakan berbasis di Bumi. Kemajuan ini telah memangkas biaya operasional secara signifikan dan meningkatkan efisiensi wahana antariksa di ruang angkasa Bumi-Bulan, imbuh Zhang.
Di masa mendatang, tim peneliti akan terus menyelidiki orbit-orbit yang kompleks dan beragam di ruang angkasa Bumi-Bulan, serta mempelajari hukum lingkungan ruang angkasa Bulan. Dengan memanfaatkan stabilitas jangka panjang DRO, para peneliti akan melakukan penelitian ilmiah fundamental di bidang-bidang seperti mekanika kuantum dan fisika atom, menurut Wang. Ant/Xinhua/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!