Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Inggris Bebaskan Tarif Impor Terhadap 89 Produk hingga Tahun 2027

📅 Rabu, 16 Apr 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Inggris Bebaskan Tarif Impor Terhadap 89 Produk hingga Tahun 2027 Doc: istimewa
Ket. Perdagangan Global - Inggris Bebaskan Tarif Impor

London - Pemerintah Inggris pada Senin (14/4) mengumumkan penangguhan sementara tarif impor 89 jenis barang guna mendukung bisnis dalam negeri dan meringankan beban keuangan konsumen. Kebijakan tersebut langsung berlaku dan akan tetap diberlakukan hingga Juli 2027.

Penangguhan tarif tersebut berlaku untuk beragam barang, mulai dari kebutuhan sehari-hari seperti pasta, jus buah, rempah-rempah, dan minyak kelapa, hingga bahan industri seperti kayu lapis dan plastik yang digunakan dalam konstruksi dan manufaktur.

Seperti dikutip dari Antara, barang-barang musiman seperti sirup agave, yang populer di kalangan pembuat koktail, dan umbi tanaman untuk berkebun juga termasuk di dalamnya.


Otoritas Inggris memperkirakan bahwa pemangkasan tarif ini akan menghemat setidaknya 17 juta poundsterling (1 poundsterling setara 22.083 rupiah) per tahun. Para pejabat mengatakan penghematan tersebut dapat diteruskan ke konsumen melalui harga eceran yang lebih rendah, terutama menjelang musim panas.

"Perdagangan bebas dan terbuka menumbuhkan ekonomi, menurunkan harga, dan membantu bisnis untuk menjual (produknya) ke seluruh dunia. Itulah sebabnya kami memangkas tarif untuk berbagai produk," ujar Menteri Bisnis dan Perdagangan Inggris Jonathan Reynolds.

"Dari makanan hingga furnitur, kebijakan ini akan mengurangi biaya barang sehari-hari untuk bisnis, dengan penghematan yang diharapkan bisa diteruskan ke konsumen," katanya.

Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves juga menekankan potensi kebijakan ini untuk mengatasi masalah biaya hidup.

"Di dunia yang terus berubah, kami tahu keluarga-keluarga mengkhawatirkan soal biaya hidup, dan perusahaan-perusahaan tidak yakin dengan masa depan mereka. Itulah sebabnya kami mengumumkan harga yang lebih rendah untuk impor barang-barang kebutuhan sehari-hari, yang akan membantu pelaku usaha berkembang dan membuat pelanggan mereka bisa merasakan penghematan biayanya," ujarnya.


Pengumuman tersebut disampaikan di tengah meningkatnya tekanan perdagangan eksternal, termasuk kenaikan tarif baru-baru ini yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap berbagai ekspor Inggris. Kebijakan AS itu, yang telah berdampak pada sektor-sektor seperti baja, otomotif, dan produk makanan, meningkatkan biaya bagi para eksportir dan membuat perdagangan transatlantik terganggu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.