AMRO: Asean+3 Siap Bertahan di Tengah Guncangan Perdagangan Global dan Kebijakan Tarif Trump
📅 Rabu, 16 Apr 2025, 16:25 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
JAKARTA - Kantor Riset Makroekonomi Asean+3 (AMRO) dalam laporan tahunannya, Prospek Ekonomi Regional Asean+3 (AREO) 2025 mengatakan, kawasan Asean+3 siap bertahan menghadapi guncangan perdagangan global menyusul pengumuman tarif besar-besaran oleh pemerintah Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada 2 April.
“Asean+3 (10 anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) dan Tiongkok; Hong Kong, Tiongkok, Jepang, dan Korea) telah membuktikan ketahanannya yang luar biasa berkali-kali dalam menghadapi guncangan global. Dalam lanskap perdagangan yang tidak stabil ini, persatuan dan tindakan terkoordinasi akan sangat penting. Tidak ada pemenang dalam perang dagang, tetapi bersama-sama, kita dapat bangkit lebih kuat," kata Kepala Ekonom AMRO Hoe Ee Khor dalam keterangan di Jakarta, Rabu (16/4).
Hoe menuturkan, pengumuman tarif impor baru AS menandai peningkatan tajam dalam proteksionisme perdagangan dan telah menimbulkan ketidakpastian yang jauh melampaui ekspektasi pasar.
“Pengumuman tarif tinggi dan menyeluruh oleh AS, dan perkembangan sejak saat itu, telah menambah lapisan kompleksitas yang signifikan pada prospek kawasan Asean+3,” ujarnya.
Meskipun demikian, lanjut dia, ekonomi Asean+3 saat ini lebih tangguh dan terdiversifikasi daripada selama guncangan global sebelumnya dan berada dalam posisi yang lebih baik untuk menghadapi guncangan tarif yang sedang berlangsung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kawasan Asean+3 menghadapi dampak yang tidak proporsional dari langkah-langkah tarif AS. Sebanyak 13 dari 14 negara anggota dikenakan tarif efektif tertinggi dalam pengumuman pada 2 April 2025, dengan rata-rata tertimbang perdagangan diperkirakan sebesar 26 persen tidak termasuk Tiongkok.
Tarif ini tetap tidak menentu dan kemungkinan akan terus berubah dalam beberapa bulan mendatang.
Tarif ini dan ketidakpastian yang ditimbulkan oleh perubahan kebijakan yang terus-menerus diperkirakan akan melemahkan momentum perdagangan, mengganggu rantai pasokan, dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan. Namun, prospek regional Asean+3 didukung oleh fundamental yang tangguh.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelum pengumuman tarif “Liberation Day”, AMRO telah memproyeksikan kawasan ASEAN+3 akan tumbuh di atas empat persen pada 2025 dan 2026, didukung oleh permintaan domestik yang kuat, pemulihan investasi, dan inflasi yang rendah dan stabil. Namun, langkah-langkah tarif AS telah menimbulkan ketidakpastian yang cukup besar.
Berdasarkan skenario awal Liberation Day, pertumbuhan regional dapat turun di bawah empat persen pada 2025 dan melemah lebih lanjut menjadi 3,4 persen pada 2026.
Proyeksi awal ini bergantung pada ketidakpastian yang signifikan, karena Pemerintah AS terus menyesuaikan langkah-langkah tarifnya sebagai respons terhadap reaksi pasar dan tindakan balasan oleh mitra dagang.
Meskipun guncangan perdagangan ini akan membebani Asean+3, Hoe mengatakan, kawasan itu memasuki periode ini dari posisi yang relatif kuat dan tangguh.
Ekonomi Asean+3 memiliki ruang kebijakan yang cukup untuk meredam guncangan jangka pendek. Banyak pemerintah memiliki kapasitas fiskal untuk memberikan dukungan yang ditargetkan kepada sektor-sektor yang rentan dan mempertahankan permintaan domestik.
Bank-bank sentral di kawasan ini memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter mengingat tingkat inflasi yang rendah dan terkendali dengan baik, dan dapat menggunakan instrumen makroprudensial dan fasilitas likuiditas untuk menjaga stabilitas keuangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!