Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Diplomasi Tambang, RI Lirik Saudi untuk Kerja Sama Mineral Kritis

📅 Selasa, 15 Apr 2025, 17:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Diplomasi Tambang, RI Lirik Saudi untuk Kerja Sama Mineral Kritis Doc: Istimewa.
Ket. Smelter nikel PT Aneka Tambang Tbk (Antam)

JAKARTA - Potensi mineral kritis di Indonesia sangat besar dan strategis, apalagi di tengah transisi energi global dan perkembangan teknologi. Ke depan, permintaan global terhadap mineral kritis meningkat, khususnya dari industri EV dan energi bersih dan Indonesia berpotensi menjadi pemimpin rantai pasok global.

Mineral kritis adalah mineral yang penting untuk industri strategis (seperti kendaraan listrik, energi terbarukan, teknologi tinggi), namun pasokannya terbatas atau terkonsentrasi di wilayah tertentu. Contohnya: nikel, kobalt, tembaga, timah, bauksit, dan rare earth elements (REE).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Bahlil Lahadalia akan bertemu dengan Menteri Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Bandar Al-Khorayef pekan ini untuk membahas kerja sama mineral kritis.

“Sekadar bocoran, salah satu di antaranya adalah (pembahasan) mineral kritis,” ucap Bahlil ketika ditemui setelah pembukaan Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition 2025 di Jakarta, Selasa (15/4).

Tidak terbatas pada mineral kritis, Bahlil juga menyampaikan bahwa dalam pertemuan antar-menteri tersebut juga akan dibahas ihwal hubungan kedua negara tersebut. Pembahasan hubungan tersebut meliputi apa yang diperlukan oleh Arab Saudi dari Indonesia, dan juga sebaliknya.

Bahlil mengatakan pertemuan dengan Menteri Industri dan SDM Arab Saudi tersebut akan berlangsung pada pekan ini.

“Memang ada agendanya minggu ini,” kata dia.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Menteri Industri dan Sumber Daya Arab Saudi Bandar Al-Khorayef akan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia untuk menjajaki penguatan kerja sama kedua negara di bidang industri dan pertambangan.

Kementeriannya menyatakan bahwa Al-Khorayef akan bertemu beberapa pejabat tinggi RI dan perwakilan swasta di sektor tambang.

“Selama kunjungannya, Yang Mulia akan bertemu dengan sejumlah pejabat penting sektor publik, termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan Menteri Perindustrian RI,” menurut pernyataan kementerian itu yang diterima pada Minggu (13/4).

Kunjungan itu bertujuan untuk memperkuat kerja sama bilateral di sektor pertambangan yang menawarkan peluang besar untuk pertumbuhan jangka panjang bagi kedua negara.

Pada tahun fiskal terakhir, nilai ekspor bahan bakar mineral Indonesia melampaui 67 miliar dolar AS (sekitar Rp1.124 triliun), sedangkan nilai impornya mencapai 38 miliar dolar AS.

Perwakilan sektor tambang yang akan ditemui Al-Khorayef adalah Febriany Eddy, Direktur Utama dan CEO Vale Indonesia, yang sebagian sahamnya dimiliki Arab Saudi.

Arab Saudi menilai investasinya di perusahaan itu membuka peluang eksplorasi dan pengembangan infrastruktur di sektor pertambangan Indonesia, dan memastikan kebutuhan energi bersih negara itu terpenuhi di tengah transisi energi terbarukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.