Lindungi Industri AS, Trump Beri Pengecualian Tarif Barang Elektronik
📅 Senin, 14 Apr 2025, 01:10 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Mandel NGAN/AFP
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Jumat (11/4), telah mengambil kebijakan pengecualian pengenaan besaran tarif impor terhadap sejumlah barang elektronik. Kebijakan meringankan tarif impor itu berlaku pada perusahaan teknologi AS dan sedikit meredakan sebagian eskalasi perang dagang antara AS dengan Tiongkok.
Seperti dikutip dari Yahoo News, pemberitahuan yang dikeluarkan oleh kantor Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan negara itu menyebutkan bahwa telepon pintar, laptop, chip memori, dan produk lainnya akan dikecualikan dari pungutan global yang diberlakukan Presiden Donald Trump seminggu yang lalu.
Langkah itu dilakukan saat Tiongkok menetapkan tarif balasan sebesar 125 persen terhadap barang-barang AS yang efektif mulai berlaku pada Sabtu pekan lalu, sekaligus menandakan respon Beijing yang bersikap menantang terhadap mitra dagang terbesarnya.
Pengecualian tersebut dinilai akan menguntungkan perusahaan teknologi AS seperti Nvidia dan Dell, serta Apple, yang membuat iPhone dan produk premium lainnya di pabrik mereka di Tiongkok.
Dan mereka secara umum akan mempersempit dampak tarif sebesar 145 persen yang telah diberlakukan Trump tahun ini terhadap barang-barang Tiongkok yang masuk ke Amerika Serikat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Semikonduktor
Menurut peneliti senior RAND, Gerard DiPippo, data Bea Cukai AS menunjukkan barang-barang yang dikecualikan tersebut mencakup lebih dari 20 persen dari impor Tiongkok.
Meskipun tercantum di antara barang-barang yang dikecualikan, produk semikonduktor masih dapat menjadi sasaran tarif khusus industri yang diusulkan Trump untuk diterapkan tarif impor dari semua negara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Trump mengatakan pada hari Sabtu bahwa ia akan memberikan jawaban yang "sangat spesifik" terhadap pertanyaan tentang pungutan semikonduktor di masa mendatang pada hari Senin.
Meningkatnya ketegangan tarif antara Washington dan Beijing telah meningkatkan kekhawatiran akan perang dagang yang berkepanjangan antara dua ekonomi terbesar dunia dan menyebabkan pasar global terpuruk.
Dampaknya pun telah mengirimkan gelombang kejutan tertentu melalui ekonomi AS, dengan investor menjual obligasi pemerintah, mata uang dollar AS jatuh dan keyakinan konsumen anjlok.
Menambah tekanan pada Trump, para miliarder Wall Street, termasuk sejumlah pendukungnya sendiri, sudah menyampaikan kritik secara terbuka dengan menyatakan kalau seluruh strategi tarif tersebut sebagai sesuatu yang merusak dan kontra-produktif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!