Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kesepakatan Perjanjian Pandemi Nyaris Tercapai

📅 Senin, 14 Apr 2025, 02:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kesepakatan Perjanjian Pandemi Nyaris Tercapai Doc: AFP/JEAN-GUY PYTHON
Ket. Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus

JENEWA - Anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Sabtu (12/4) mencapai kesepakatan secara prinsip mengenai cara mengatasi pandemi di masa depan setelah tiga tahun berdiskusi, kata wakil ketua badan negosiasi WHO kepada AFP.

"Kami memiliki kesepakatan secara prinsip dan versi final harus disetujui oleh berbagai negara anggota,” kata Anne-Claire Amprou, Duta Besar Prancis untuk kesehatan dunia.

Para delegasi akan bertemu pada Selasa (15/4) di Jenewa, Swiss, untuk memberikan sentuhan akhir pada teks penting tentang pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi serta memberikan materai persetujuan yang definitif, tambah Amprou.

Teks itu akan memerlukan persetujuan akhir dari semua anggota Organisasi Kesehatan Dunia di Majelis Kesehatan Dunia di Jenewa pada akhir bulan Mei mendatang.

Terobosan tersebut, yang terjadi setelah sesi diskusi maraton yang berlangsung selama hampir 24 jam, disambut dengan tepuk tangan antusias dari para delegasi yang berlangsung selama beberapa menit.

"Ini adalah sinyal yang sangat bagus. Anda adalah bagian dari sejarah luar biasa yang sedang dibuat," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. "Ini adalah hadiah persembahan yang bagus untuk anak-anak dan cucu-cucu kita," imbuh Tedros seraya mengucapkan rasa terima kasih atas komitmen mereka dalam sebuah posting di platform media sosial X.

Presiden Prancis Emmanuel Macron juga menyambut baik kesepakatan tersebut. "Dengan adanya kesepakatan prinsip untuk perjanjian pandemi, masyarakat internasional sedang menciptakan sistem baru untuk melindungi kita dengan lebih baik," tulis Macron di X.

Transfer Teknologi

Beberapa narasumber mengatakan kepada AFP bahwa salah satu poin utama yang menjadi perdebatan adalah paragraf 11, yang membahas tentang transfer teknologi untuk produksi produk kesehatan yang terkait dengan pandemi, khususnya untuk memberi manfaat bagi negara-negara berkembang yang mana negara-negara Amerika Latin juga mendorong fasilitasi transfer.

Masalah ini telah menjadi sumber pertikaian di negara-negara miskin selama pandemi Covid-19, ketika mereka mengatakan negara-negara kaya menimbun dosis vaksin dan tes.

Beberapa negara di mana industri farmasi merupakan pemain ekonomi utama menentang gagasan transfer wajib dan bersikeras agar transfer tersebut bersifat sukarela.

Seorang delegasi mengatakan poin ini telah terselesaikan, tetapi versi terbaru teks belum tersedia hingga Sabtu sore.

Tanda-tanda peringatan risiko kesehatan sejauh ini masih tetap ada, terutama flu burung H5N1, virus yang terus menginfeksi spesies baru, meningkatkan kekhawatiran kemungkinan penularan antarmanusia. Risiko lainnya termasuk wabah campak di 58 negara akibat tingkat vaksinasi yang tidak memadai akibat ketidakpercayaan terhadap vaksin yang disebabkan oleh informasi yang salah, dan mpox, yang telah menyebar di Afrika. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Daerah
Anggota DPR Dorong Perlindu...
Luar Negeri
Paus Sampaikan Solidaritas ...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.