Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mudik Lebaran 2026: 313 Ribu Penumpang Diprediksi Melintas di Bandara Sepinggan Balikpapan, Dipicu Aktivitas IKN

📅 Senin, 16 Mar 2026, 16:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mudik Lebaran 2026: 313 Ribu Penumpang Diprediksi Melintas di Bandara Sepinggan Balikpapan, Dipicu Aktivitas IKN Doc: Antara
Ket. Beberapa penumpang bersiap naik ke peswat terbang dari Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan, Kaltim.

Balikpapan - Jumlah pekerja di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada pada kisaran 10.000 orang baik pegawai otorita maupun pekerja konstruksi dan lainnya, turut berpengaruh pada lonjakan penumpang di Bandara Internasional Balikpapan pada mudik Lebaran musim ini.

"Berdasarkan perhitungan dan analisa yang kami lakukan, total akan ada 313.170 pemudik yang melewati Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan di musim Lebaran tahun ini," ujar GM Angkasa Pura Bandara SAMS Sepinggan R Iwan Winaya Mahdar, di Balikpapan, Senin (16/3).

Jumlah sebanyak 313.170 penumpang ini mengalami kenaikan 2 persen dibanding Lebaran 2025, sesuai dengan adanya peningkatan mobilitas masyarakat dan pekerja di Balikpapan, di kawasan inti IKN, dan daerah sekitarnya.

Setidaknya terdapat 10.000 orang tinggal maupun berada di IKN pada 2025, rinciannya adalah pekerja konstruksi sekira 7.800 orang, ASN Otorita IKN 1.170 orang, dan sisanya pekerja IKN yang tinggal di seputar IKN.

Dari jumlah ini, sebagian dari mereka akan pulang kampung ke daerah masing-masing yang sebagian bahkan sudah memesan tiket pesawat melalui Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, sehingga jumlah penumpang di Lebaran ini diproyeksi naik.

Berdasarkan tren dua tahun terakhir, lanjutnya, pergerakan penumpang pada masa angkutan Lebaran di Bandara Sepinggan diperkirakan berada di kisaran 20 ribu sampai 22 ribu penumpang per hari. Jumlah itu mengikuti pola puncak arus mudik dan balik libur Idul Fitri pada 2024–2025.

"Untuk itu kami mengantisipasi lonjakan penumpang pada masa libur Lebaran 2026 ini dengan penguatan keamanan dan layanan dalam fasilitas terminal, navigasi penerbangan, hingga koordinasi lintas instansi, guna memastikan peningkatan volume penerbangan dan kepadatan terminal tetap terukur," katanya.

Ia menyebut bahwa koordinasi lintas sektor merupakan kunci penyelenggaraan angkutan udara yang aman, lancar, dan nyaman, karena peningkatan pergerakan penumpang menuntut langkah antisipatif koordinasi solid antar-pihak.

Selain itu, pihaknya juga fokus pada beberapa hal seperti optimalisasi fasilitas terminal dan apron, manajemen slot time pergerakan pesawat, pengendalian antrean di area check-in, penanganan bagasi, serta kesiapan personel keamanan menghadapi potensi cuaca ekstrem, dilakukan kerja sama dengan Badan Meteorologi dan Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.