Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Kembali Tolak Hadiri KTT G20 di Afrika Selatan,

📅 Minggu, 13 Apr 2025, 12:58 WIB | Oleh:
Trump Kembali Tolak Hadiri KTT G20 di Afrika Selatan, Doc: X@CyrilRamaphosa via BS
Ket. Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa.

JOHANNESBURG - Sebuah unggahan Donald Trump  menyatakan ia akan melewatkan pertemuan puncak G20 di Afrika Selatan dan mengulangi klaim tentang dugaan kejahatan anti-kulit putih.

Pernyataan tersebut membuat marah sebuah partai politik di Afrika Selatan yang dicap radikal oleh presiden AS .

Dalam cercaan baru terhadap Afrika Selatan, melalui unggahannya di media sosial miliknya,  Truth Social, semalam, Trump mengulangi klaim yang tidak berdasar tentang perampasan lahan pertanian dari petani kulit putih yang dibunuh dalam sebuah "genosida".

"Apakah ini yang kita inginkan untuk G20? Saya rasa tidak!" tulisnya dalam postingannya.

Afrika Selatan memegang jabatan presiden kelompok ekonomi terkemuka G20 tahun ini dan menjadi tuan rumah pertemuan puncak tahunan para pemimpinnya pada bulan November.

Hubungan antara Afrika Selatan dan Amerika Serikat memburuk di bawah pemerintahan Trump, yang telah berulang kali menuduh Pretoria memiliki kebijakan anti-kulit putih.

Ketika ditanya tentang pernyataan Trump tidak akan menghadiri pertemuan puncak tersebut, juru bicara Presiden Afsel Cyril Ramaphosa mengatakan, "Kami tidak lagi mengharapkannya untuk hadir dalam situasi apa pun."

Postingan Trump menyertakan klip video dari pemimpin partai oposisi kecil dan berhaluan kiri jauh Economic Freedom Fighters (EFF), Julius Malema, yang membuat pernyataan tentang pendudukan tanah dan pembunuhan sebagai "tindakan revolusioner".

Dalam reaksi yang marah, partai tersebut mengatakan pada bahwa Trump menggunakannya sebagai alasan "untuk menghindari menghadapi rekan-rekan globalnya" setelah pengumumannya tentang tarif perdagangan di beberapa negara.

"Jelas ia takut menghadapi rekan-rekannya setelah aksi tarifnya yang memalukan," katanya, menuduh pemimpin AS itu melakukan "genosida ekonomi".

Partai militan yang terinspirasi komunisme itu memperoleh 10 persen suara dalam pemilihan umum setahun yang lalu.

Partai itu mempromosikan "emansipasi ekonomi" melalui perampasan tanah tanpa kompensasi dan nasionalisasi tambang dan bank. Namun, ini harus melalui cara-cara konstitusional, kata pernyataan itu.

Reformasi tanah merupakan isu yang menegangkan di Afrika Selatan 30 tahun setelah berakhirnya apartheid, dengan lebih dari 70 persen lahan pertanian komersial masih berada di tangan minoritas kulit putih.

Pemerintah mengatakan tidak berniat untuk merampas tanah dan tidak ada yang disita. Tuduhan Trump tentang "genosida kulit putih" menggemakan klaim yang tidak berdasar dari lobi sayap kanan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.