Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penanganan Virus Jembrana di Rejang Lebong Dilakukan Secara Mandiri

📅 Minggu, 13 Apr 2025, 23:31 WIB | Oleh:
Penanganan Virus Jembrana di Rejang Lebong Dilakukan Secara Mandiri Doc: Antaranews

Rejang Lebong - Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyebutkan penanganan serangan virus Jembrana terhadap sapi Bali di daerah itu dilakukan secara mandiri.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Rejang Lebong Amrul Eby saat dihubungi di Rejang Lebong, Minggu, mengatakan ternak sapi Bali yang mati akibat serangan virus Jembrana di wilayah itu saat ini mencapai 15 ekor.

"Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian terkena dampak dari efisiensi anggaran, sehingga permintaan bantuan vaksin Jembrana yang kita usulkan besar kemungkinan tidak bisa direalisasikan. Untuk penanganan kasus Jembrana ini kita lakukan secara mandiri," kata dia.

Dia menjelaskan, penanganan penyebaran kasus Jembrana di wilayah tersebut dilakukan secara mandiri yakni peternak membeli obatnya sendiri.

Selain itu peternak dianjurkan menggunakan obat-obatan tradisional atau jamu-jamuan untuk memperkuat daya tahan ternak mereka, kemudian menjaga kebersihan kandang ternak.

Penanganan penyebaran virus Jembrana di Kabupaten Rejang Lebong, kata dia, saat ini menjadi tantangan Pemkab Rejang Lebong, kendati populasi ternak Sapi Bali baru berkisar 5.000 ekor namun harus diperhatikan sehingga nantinya tidak mengganggu kebutuhan daging sapi masyarakat setempat.

Sebelumnya, Kabid Peternakan Distankan Rejang Lebong drh Wenny Haryanti menyebutkan penyebaran penyakit Jembrana di Kabupaten Rejang Lebong terjadi di sentra peternakan Sapi Bali yang ada Desa Cawang Lama, Kecamatan Selupu Rejang.

Ternak Sapi Bali milik peternak di Desa Cawang Lama terhitung sejak Januari hingga awal April 2025 diketahui sudah ada 15 ekor yang mati akibat terserang Jembrana.

"Kasus Jembrana di Desa Cawang Lama ini terbaru terjadi pada minggu lalu, ada dua ekor ternak Sapi Bali yang mati mendadak dan terindikasi akibat virus Jembrana," kata Wenny Haryanti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.