Vaksin untuk Cegah Herpes Zoster Juga Dapat Lindungi dari Demensia
📅 Kamis, 10 Apr 2025, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono“Hal ini mungkin terjadi jika virus tersebut secara langsung bersifat racun bagi neuron, atau mendorong respons peradangan umum dalam sistem saraf yang bersifat neurotoksik, atau keduanya,” tulis pakar kebijakan perawatan kesehatan Harvard Anupam Jena, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, dalam sebuah komentar untuk Nature News and Views.
“Reaktivasi virus diperkirakan menyebabkan pengendapan amiloid, agregasi tau, dan kerusakan pembuluh darah ciri-ciri utama penyakit Alzheimer.”
Hasil penelitian mendukung teori ini, dengan tingkat demensia yang lebih tinggi di antara orang-orang dengan beberapa episode herpes zoster, efek yang berkurang di antara orang-orang yang mengonsumsi obat antivirus selama episode tersebut.
“Yang membuat penelitian ini begitu hebat adalah karena pada dasarnya penelitian ini seperti uji coba acak dengan kelompok kontrol mereka yang sedikit terlalu tua untuk memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin dan kelompok intervensi mereka yang cukup muda untuk memenuhi syarat,” kata profesor medis Stanford Pascal Geldsetzer.
Sebaiknya Anda baca juga:
Timnya telah mereplikasi metode tersebut dengan data dari negara-negara tempat peluncuran vaksin mengikuti pendekatan serupa, termasuk Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru. Geldsetzer mengklaim “sinyal perlindungan yang kuat untuk demensia” telah muncul dalam beberapa kumpulan data, meskipun temuan ini belum dipublikasikan.
Meskipun penelitian ini pada akhirnya tidak mengonfirmasi herpes zoster sebagai faktor penyebab demensia, atau bahwa vaksin herpes zoster secara inheren memberikan perlindungan, hal itu tentu saja memberikan dasar yang kuat untuk penyelidikan lebih lanjut. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!