Pasar Saham Asia Menguat Drastis Setelah Penundaan Tarif oleh Trump
📅 Kamis, 10 Apr 2025, 14:25 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Bloomberg
Pasar saham di Asia mengalami lonjakan signifikan pada hari Kamis menyusul keputusan mengejutkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menunda tarif timbal balik atas impor ke Amerika Serikat. Keputusan ini membawa angin segar bagi investor dan pelaku pasar di kawasan Asia, terutama setelah ketegangan dagang sebelumnya menyebabkan kekhawatiran mendalam akan dampak ekonomi global.
Trump mengumumkan bahwa ia akan menangguhkan penerapan tarif baru selama 90 hari untuk semua negara kecuali China, yang sebelumnya diproyeksikan akan membawa beban ekonomi besar bagi mitra dagang utama AS. Langkah ini dinilai sebagai strategi sementara untuk memberikan ruang negosiasi lebih lanjut dengan negara-negara mitra dagang dan memberikan jeda dalam konflik perdagangan yang meningkat.
Dampak keputusan tersebut langsung terasa di pasar Asia, terutama di Jepang, di mana indeks Nikkei 225 melonjak 8,3% pada perdagangan pagi hari Kamis. Sementara itu, indeks Kospi di Korea Selatan juga mengalami kenaikan tajam sebesar lebih dari 5%, dan ASX 200 di Australia melonjak lebih dari 6%, menandakan pemulihan tajam dari tekanan sebelumnya.
Masayuki Kubota dari Rakuten Securities di Jepang menilai bahwa langkah yang diambil Trump sangat mengejutkan bagi pasar. “Kejutan besar yang luar biasa,” ujar Kubota, merujuk pada keputusan mendadak yang membawa perubahan drastis terhadap sentimen pasar.
Di pasar mata uang, yen Jepang yang sering dianggap sebagai mata uang safe haven turut menguat sebesar 0,64% terhadap dolar AS, dengan nilai tukar mencapai ¥146,83 per dolar. Penguatan yen ini menandakan meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas keuangan Jepang di tengah meredanya ketegangan perdagangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sektor otomotif Jepang mendapatkan manfaat langsung dari pengumuman tersebut, dengan saham Toyota melonjak hampir 10% dan Honda naik lebih dari 8%. Namun demikian, tarif sebesar 25% atas impor mobil ke Amerika Serikat tetap diberlakukan, menandakan bahwa tidak semua hambatan dagang dihapus sepenuhnya.
Perusahaan teknologi yang bergerak di sektor semikonduktor juga mengalami reli kuat, dengan Advantest mencatat kenaikan saham sebesar 15% dan Screen Holdings naik 10,5% di Tokyo. Di Seoul, SK Hynix melompat lebih dari 12%, mencerminkan sentimen positif terhadap industri teknologi yang sangat bergantung pada ekspor.
Di Amerika Serikat sendiri, pasar saham juga mencatat performa luar biasa, di mana Dow Jones Industrial Average ditutup hampir 8% lebih tinggi pada hari Rabu. Sementara itu, Nasdaq melonjak 12,2% dan mencatat hari perdagangan terbaiknya dalam 24 tahun terakhir, menunjukkan bahwa kabar dari Gedung Putih turut memberikan efek positif secara global.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Investor di seluruh Asia dan sekitarnya bernapas lega. Penundaan tarif timbal balik oleh AS memberi lebih banyak waktu untuk negosiasi. Bagi ekonomi Asia yang berpusat pada ekspor, hal ini sangat penting, mengingat dampak pertumbuhan yang ditimbulkan oleh tarif tinggi AS," ungkap Frederic Neumann, kepala ekonom Asia di HSBC Holdings.
Sebelumnya, kekhawatiran akan eskalasi perang dagang telah mengguncang pasar dan menyebabkan tekanan besar terhadap saham-saham Asia, terutama Jepang. Indeks Topix, yang mencerminkan performa saham secara lebih luas di Jepang, telah turun lebih dari 10% sejak pengumuman awal tarif diberlakukan hingga sehari sebelum pembalikan Trump.
Langkah penundaan tarif oleh Trump dipandang sebagai peluang untuk memperbaiki hubungan dagang global dan menghindari resesi yang ditakuti banyak pihak. Pelaku pasar kini berharap agar keputusan ini menjadi awal dari perundingan yang lebih konstruktif dan berkelanjutan.
Meski demikian, sebagian analis tetap memperingatkan bahwa langkah ini bersifat sementara dan ketidakpastian masih membayangi. Dengan tenggat 90 hari yang telah ditetapkan, hasil nyata dari negosiasi antarnegara akan menjadi penentu utama arah pasar ke depan.
Dalam konteks ini, investor dan pemerintah di Asia akan terus memantau perkembangan kebijakan perdagangan AS serta respon dari China sebagai satu-satunya negara yang tidak mendapatkan penundaan tarif. Masa depan ekonomi global kini berada pada fase kritis yang menuntut kehati-hatian dan kebijakan yang bijaksana dari semua pihak terkait.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!